Ilustrasi guru honorer
JawaPos.com – Kegelisahan para guru terkait peningkatan kesejahteraan terjawab sudah. Dipastikan, kenaikan ini berasal dari tunjangan prestasi guru (TPG) melalui sertifikasi pendidik, bukan kenaikan gaji.
Hal ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Nunuk Suryani ditemui usai peluncuran pembaruan sistem pengelolaan kinerja guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah, di Jakarta. Ia mengatakan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berkomitmen untuk terus memperjuangkan kesejahteraan guru. “Meningkatkan kesejahteraan guru melalui sertifikasi. Kita mengakselerasi supaya semua guru punya kesempatan (bisa lolos sertifikasi, red),” paparnya.
Nunuk menjelaskan, bahwa pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk menaikan gaji. Kewenangan itu berada di kementerian lain. Sehingga, upaya menaikkan kesejahteraan guru ini dilakukan melalui sertifikasi.
Nantinya, kata dia, bagi yang lolos program sertifikasi guru atau yang dikenal sebagai Pendidikan Profesi Guru (PPG) maka akan mendapat sertifikat pendidik yang diakui negara. Dengan demikian, mereka bisa mendapatkan TPG.
Besaran TPG ini diketahui sebesar satu kali gaji untuk yang berstatus aparatur sipil negara (ASN). Sementara, untuk yang non-ASN, besaran TPG-nya akan dinaikkan menjadi Rp 2 juta per bulan di tahun depan, dari sebelumnya sebesar Rp 1,5 juta per bulan. Dengan begitu, artinya, tidak ada kenaikan gaji dan kenaikan TPG untuk ASN yang sudah memiliki sertifikasi sebelumnya.
Lebih lanjut, Nunuk menyampaikan, di tahun ini ada lebih dari 600.615 ribu guru yang lolos PPG. Sementara di tahun depan, ada target 806.486 guru ASN dan non-ASN yang sudah memenuhi kualifikasi D4 dan S1 harus tersertifikasi. Angka ini sesuai dengan target yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto sebelumnya.
Selaras dengan itu, pemerintah juga akan memfasilitasi 249 ribu guru untuk menaikkan kualifikasinya ke D4 dan S1. Saat ini, pemerintah disebutnya tengah menyusun mekanisme pemberian beasiswa bagi para guru tersebut. Targetnya, tahun depan program sudah bisa berjalan.
“Berarti di tahun 2026 semua guru tersertifikasi dan memiliki tunjangan. Dengan begitu semua guru baik swasta, honor, yayasan semua bisa (naik kesejahteraannya, red) dan aturannya jelas,” paparnya.
Pendaftaran PPG Guru Tertentu sendiri saat ini tengah dibuka. Seleksi administrasi bakal dilakukan sampai 20 Desember 2024. Lalu, sistem sistem akan evaluasi 10 hari dan mulai lagi seleksi administrasi PPG di awal tahun depan.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
