Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 5 September 2024 | 03.06 WIB

Eranya Persaingan Global, Istri dan Putri Gus Dur Ingatkan Pentingnya Bisa Bahasa Inggris

Pegiat Pendidikan, Alissa Wahid saat ditemui JawaPos.com di acara Peresmian Center ke-100: Tiga Dekade Membentuk Generasi Kompeten oleh jaringan sekolah bahasa Inggris, EF Kids & Teens di Jakarta. - Image

Pegiat Pendidikan, Alissa Wahid saat ditemui JawaPos.com di acara Peresmian Center ke-100: Tiga Dekade Membentuk Generasi Kompeten oleh jaringan sekolah bahasa Inggris, EF Kids & Teens di Jakarta.

 
JawaPos.com - Indonesia bukanlah negara yang menggunakan bahasa Inggris, sebab, bahasa resmi yang digunakan di Indonesia adalah bahasa Indonesia. Maka bahasa ini berlaku pada bidang pendidikan, kesehatan, dan bidang-bidang lainnya baik secara lisan maupun tulisan adalah bahasa Indonesia. 
 
Meski begitu, tidak ada salahnya jika kita mendorong anak-anak saat ini untuk mempelajari bahasa lainnya karena memang banyak manfaatnya. Kita pun demikian, jika belum bisa bahasa Inggris, sebaiknya mulai belajar supaya bisa bahasa Inggris.
 
Sebab, menguasai atau bisa bahasa asing seperti bahasa Inggris memang memiliki banyak manfaat. Apalagi di era persaingan global seperti sekarang ini. Hal tersebut disampaikan oleh Pegiat Pendidikan, Alissa Wahid di acara Peresmian Center ke-100: Tiga Dekade Membentuk Generasi Kompeten oleh jaringan sekolah bahasa Inggris, EF Kids & Teens di Jakarta, Rabu (4/9).
 
Dirinya yang merupakan putri dari Presiden ke-4 Indonesia, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur menjelaskan bahwa penting saat ini bagi anak-anak untuk bisa berbahasa Inggris. Menurutnya, bahasa Inggris adalah jembatan menuju pintu masuk persaingan dunia.
 
"Menguasai bahasa asing, dalam hal ini bahasa Inggris, memang banyak manfaatnya. Saya sering lihat saat di luar negeri, orang yang bisa bahasa Inggris, seperti orang-orang Filipina, kesempatan untuk berkarir di luarnya lebih besar," kata Alissa ditemui JawaPos.com.
 
Dalam kesempatan tersebut, hadir juga putri Gus Dur yang lain dan juga istri dari mendiang Gus Dur yakni Sinta Nuriyah. Hal yang sama disampaikan oleh Sinta Nuriyah mengenai bahasa Inggris, menurutnya, bisa berbahasa Inggris membuat kita lebih dekat dengan jendela dunia.
 
"Jadi memang, bisa berbahasa Inggris itu membuat kita lebih dekat dengan dunia, kita bisa meraih berbagai kesempatan lebih dekat," kata istri Gus Dur, Sinta Nuriyah.
 
Namun sayangnya, terkait dengan bahasa Inggris ini, kesempatan tidak terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat baik tenaga pengajar dan peserta didik. Hal ini diungkapkan oleh salah satu guru di sebuah SMA di Jagakarsa, Jakarta Selatan yang menyebut bahwa di sekolahnya, hanya ada dua guru bahasa Inggris sementara guru tersebut harus mengajar total 900 siswa.
 
"Jadi, Bapak, Ibu, di tempat kami mengajar terdapat 900 lebih siswa, 14 kelas, tapi guru bahasa Inggrisnya hanya ada dua," kata perwakilan guru tersebut di hadapan hadirin yang juga datang perwakilan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).
 
Hal tersebut juga diamini oleh Alissa Wahid yang mengatakan, keterbatasan guru bahasa Inggris ini memang menjadi tantangan. Apalagi, Indonesia digadang-gadang menyongsong gagasa Indonesia Emas pada 2045.
 
"Kita tuh kayak punya-punya impian tinggi untuk Indonesia emas 2045, tapi kita lihat dari sisi pendidikan berkualitas itu belum semuanya bisa dirasakan masyarakat. Termasuk mengakses pelajaran dan guru bahasa Inggris," tegas Alissa.
 
Makanya, dirinya menyambut baik kerja sama Kemendikbud dengan lembaga pendidikan bahasa Inggris seperti EF. Yang mana nantinya, guru-guru akan diajarkan cara mengajar bahasa Inggris yang baik sehingga bisa dirasakan manfaatnya oleh murid-muridnya.
 
"Makanya ketika EF Indonesia bercerita mereka punya program ini, saya senang sekali, mereka nanti akan mendampingi para guru yang sudah ada di sekolah-sekolah negeri, dilatih supaya mereka bisa memberikan pengajaran yang lebih baik, nggak seperti kita dulu," terang Alissa.
 
Memang dalam kesempatan tersebut, EF mengumumkan peresmian center ke-100 yang berlokasi di Jagakarsa, Jakarta Selatan, yang diklaim menandai pencapaian penting dalam komitmen tiga dekade dalam memberdayakan generasi muda Indonesia dengan pendidikan bahasa Inggris kelas dunia.
 
"Setiap pihak memiliki peran penting dalam mendukung pencapaian tujuan nasional ini. Peran yang kami ambil adalah, meningkatkan akses pendidikan yang merata di seluruh Indonesia, yang merupakan salah satu kunci dalam menciptakan masyarakat yang lebih inklusif dan berdaya saing," kata Marketing Director EF Kids & Teens, Rhea Danaparamita ditemui di lokasi yang sama.
 
Menurut Rhea, pencapaian EF Kids & Teens dalam membuka center ke-100 di Jagakarsa mencerminkan keberhasilan dalam mendekatkan akses pendidikan berkualitas ke masyarakat. Dengan center yang tersebar dari Medan hingga Kupang, yang terbuka untuk rentang usia 3-18 tahun, EF Kids & Teens tetap konsisten dalam menyediakan program khusus untuk mendukung pertumbuhan pendidikan di Indonesia.
 
"EF Kids & Teens berkomitmen untuk menjadi bagian integral dari perjalanan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045. Dengan terus mengembangkan jaringan pusat pendidikan dan meningkatkan kualitas pengajaran, kami ingin memastikan bahwa Indonesia memiliki sumber daya manusia yang kompeten dan siap bersaing di tingkat global," pungkas Rhea.
Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore