
Mahasiswa yang tergabung dalam KKN TIM II Universitas Diponegoro 2024 bersama Karang Taruna mengimplementasikan budidaya lele dan kangkung terinterasi sistem Budikdamber di Desa Papahan, Karanganyar.
Oleh: Syalaisha Jihan Saskirana *)
JawaPos.com - Universitas Diponogoro kembali menggelar Kuliah Kerja Nyata (KKN) bagi mahasiswanya. KKN dilakukan dengan mengembangkan Program budidaya ikan lele dan kangkung secara terintegrasi di Desa Papahan, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah pada 22 Juli hingga 1 Agustus 2024.
Sejumlah Mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan yang tergabung dalam KKN TIM II Universitas Diponegoro 2024 bersama karang Taruna di Desa Papahan mengimplementasikan budidaya dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan lahan yang efektif dan efisien.
Inovasi budidaya yang dilakukan Tim II KKN Undip yang terdiri dari Syalaisha Jihan Saskirana, Afina Rista, Feldyo Wijaya, Akila Phoeby, Dewi Putri Larasati, Yavi Noor Gantari ini tidak hanya meningkatkan produktivitas pangan, tetapi juga memberdayakan pemuda melalui Karang Taruna serta meningkatkan pengetahuan para pembudidaya ikan di daerah tersebut.
Dalam kegiatan praktik langsung, mahasiswa KKN memberikan pelatihan kepada Karang Taruna mengenai teknik budidaya ikan lele dan kangkung secara bersamaan. Para pemuda antusias mempelajari cara membuat sistem budikdamber, mulai dari persiapan wadah, penebaran bibit, hingga perawatan tanaman kangkung dan ikan lele.
Selain itu, mahasiswa juga membagikan leaflet sebagai panduan bagi Karang Taruna untuk dapat melanjutkan kegiatan budidaya ini secara mandiri. Tidak hanya berhenti pada pembinaan Karang Taruna, mahasiswa KKN juga memberikan pelatihan kepada para pembudidaya ikan di Dusun Kodokan.
Pelatihan meliputi teknik pengemasan ikan yang baik dan benar, cara pengiriman ikan, serta penanganan penyakit ikan menggunakan bahan alami seperti ekstrak sirih dan daun sereh. Selain itu, mahasiswa juga memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kualitas air dan memberikan alat pengukur kualitas air kepada para pembudidaya.
"Dengan adanya pelatihan ini, kami menjadi lebih paham tentang cara merawat ikan agar tetap sehat dan berkualitas. Kami juga belajar bagaimana cara mengemas ikan agar bisa dijual ke pasar yang lebih luas," ungkap Warto, salah satu pembudidaya di Dusun Kodokan Desa Papahan, Kabupaten Karanganyar.
Sebagai bentuk visualisasi materi yang disampaikan, mahasiswa KKN juga memasang poster-poster informatif di tempat budidaya ikan. Poster ini berisi informasi mengenai teknik budidaya yang baik, ciri-ciri ikan yang sakit, dan cara penanganan penyakit.
Program KKN ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi masyarakat dalam mengoptimalkan sumber daya yang ada. Dengan mengadopsi teknologi budidaya yang tepat, masyarakat dapat meningkatkan produktivitas pertanian dan perikanan serta meningkatkan kesejahteraan ekonomi.
*) Mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponogoro Semarang

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
