
Mahasiswa internasional program BIPA Unesa berinteraksi dengan para siswa Labschool di Labschool Kampus Ketintang.
JawaPos.com–Mahasiswa internasional dari program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) mengajar dan sharing pengalaman kepada para siswa Labschool Unesa pada Jumat (17/5).
Mahasiswa asing dari Jepang, Korea, Tiongkok, Madagaskar, Australia, Yaman, Papua Nugini, Sudan, dan Iran, itu mengajar mulai dari jenjang TK, SD, SMP, SMA, dan SMK. Kegiatan kali ini diawali di TK, SD, dan SMP Labschool Unesa di Kampus Ketintang. Selanjutnya, mereka akan mengajar di Lasbchool di Kampus Lidah Wetan sesuai jadwal.
Program baru yang berkelanjutan itu merupakan langkah awal untuk melibatkan mahasiswa asing yang kuliah di Unesa sebagai bagian dari penguatan transformasi dan internasionalisasi Labschool Unesa menuju sekolah berstandar internasional.
Direktur Lembaga Labschool Unesa Prof. Dr. Sujarwanto, M.Pd., mengatakan bahwa kegiatan itu dimaksudkan untuk memberikan kesempatan kepada siswa Labschool Unesa agar dapat meningkatkan penguasaan di bidang bahasa asing dan dapat berinteraksi langsung dengan mahasiswa asing.
”Selain itu, para siswa juga bisa mendapatkan wawasan yang luas dalam pergaulan internasional. Tentu beda ya, anak-anak yang pernah bertemu dan berdiskusi dengan mahasiswa luar, bisa lebih percaya diri dan termotivasi untuk belajar,” ucap Sujarwanto yang juga guru besar FIP itu.
Pada sisi lain, lanjut dia, bagi mahasiswa asing program BIPA dapat meningkatkan keterampilan bahasa Indonesia melalui praktik mengajar. Selain itu, memberikan pengalaman langsung dalam menerapkan pengetahuan mereka di lingkungan pendidikan Indonesia.
”Jadi, kegiatan ini tidak hanya bermanfaat bagi mahasiswa asing, tetapi juga memberikan wawasan baru bagi siswa-siswa Labschool tentang keberagaman budaya dari berbagai negara,” ucap Sujarwanto.
Ketua Yayasan Dharma Wanita Persatuan (DWP) sekaligus Pembina Labschool Unesa Dra. Endah Purnomowati, M.Pd menyambut baik program itu. Agar para siswa dan guru dapat belajar pengalaman praktik terbaik dari mahasiswa asing yang berlatar belakang budaya berbeda.
Salah satu mahasiswa BIPA asal Korea Selatan mengungkapkan kegembiraannya. ”Saya sangat senang bisa mengajar di sini dan berinteraksi dengan siswa-siswa Indonesia. Ini adalah pengalaman berharga yang memperdalam pemahaman saya tentang bahasa dan budaya Indonesia,” ujar dia.
Dengan metode pengajaran yang interaktif dan menyenangkan, para mahasiswa asing program BIPA berhasil menarik minat siswa-siswi Labschool Unesa. Mereka mengajarkan mata pelajaran bahasa Indonesia dengan cara yang disesuaikan dengan tingkat pendidikan masing-masing siswa.
Pada sisi lain. program mengajar itu merupakan bagian dari upaya Labschool UNESA untuk mempromosikan bahasa dan budaya Indonesia kepada mahasiswa asing. Sekaligus mempererat hubungan internasional melalui pendidikan dan pertukaran budaya. Diharapkan juga dapat memperkuat posisi bahasa Indonesia di kancah internasional.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
