
Kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) di SDN 11 Grogol Jakarta Barat. Walda/Antara
JawaPos.com - Asesmen dalam kesiapan pembelajaran tatap muka (PTM) disebut janggal. Sebab, diduga ada kepentingan bisnis dalam asesmen PTM yang melibatkan sekolah swasta.
Mengenai hal tersebut, Kepala Bagian Humas Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taga Radja mengatakan memang ada kerjasama dengan pihak luar yang sifatnya untuk membantu pendataan asesmen.
"Ini saya tegaskan, Disdik DKI Jakarta atau pemerintah DKI Jakarta membuka kepada pihak manapun untuk membantu," jelas dia ketika dihubungi JawaPos.com, Selasa (5/10).
Ditegaskan pula, diluar dari pihak dinas pendidikan memang boleh membantu, tapi dengan catatan tidak berbayar. Murni hanya membantu Disdik DKI Jakarta.
"Jadi, lembaga yang membantu tidak akan dibayar, karena murni membantu dinas pendidikan," ucapnya.
Bantuan ini diperlukan karena ada puluhan ribu sekolah yang harus didata dan bukan hal mudah dalam mengelolanya. Untuk itu, pihaknya membuka ada kolaborasi.
"Terlepas dari ambil keuntungan juga, kita nggak punya pengetahuan akan hal itu, bagaimana dia mencari uangnya. Tapi yang jelas, yang saya tahu, sudah konfirmasi ke pimpinan tidak akan kontrak yang bertuliskan bahwa dinas pendidikan membayar lembaga tersebut," tandas dia.
Sebelumnya, Kepala Bidang Advokasi Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G), Iman Zanatul Haeri mengatakan bahwa ada kejanggalan dalam asesmen pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di DKI Jakarta. "Karena saya ikut mengisi jadi saya tahu dan saya merasa ini aneh. Asesmen ini kok malah disediakan swasta, warga sekolah diwajibkan login aplikasi ini," terangnya dalam siaran YouTube Vox Populi Indonesia dikutip, Senin (4/10).
Sebab, asesmen tersebut tidak relevan dengan kesiapan PTM terbatas itu sendiri. Kata dia, tidak ada sama sekali bagaimana metode pembelajaran, verifikasi PTM terbatas dan hal yang terkait dengan pembelajaran di tengah pandemi.
"Tapi ditawarkan sebuah paket pendidikan. Apakah anda minat? silahkan login. Bentuklah komunitas dalam website ini. Sudah jelas itu enggak nyambung," ujarnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
