
Photo
JawaPos.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pada akhir 2019 menghapuskan Ujian Nasional (UN) sebagai standar kelulusan peserta didik. Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) yang terdiri dari literasi dan numerasi menjadi tolak ukur kelulusan siswa.
Namun, pada Oktober ini, Mendikbud Nadiem Makarim memberikan pemberitahuan bahwa yang menggantikan UN adalah Asesmen Nasional (AN) yang terdiri dari AKM, Survei Karakter dan Survei Lingkungan Belajar. Rencananya, ini akan diterapkan pada Maret 2021.
Bahkan, saat ini sudah muncul berbagai buku khusus untuk bisa lulus AKM yang merupakan komponen AN. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Bidang SMP SMA Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta Muhamad Husin.
"Saya miris betul baru saja tadi pagi ada salah satu komite sekolah aana-anak dianjurkan untuk try out AKM, ini hambatan kita di lapangan," terang dia dalam diskusi Asesmen Nasional dan Guru Penggerak secara daring, Senin (26/10).
Dia menduga bahwa buku prediksi AKM ini beredar di sekolah favorit. Hal ini diyakini untuk menjaga nama baik sekolah tersebut.
"Saya nggak tahu laku atau nggak, tapi banyak yang sudah ditawarkan ke sekolah, mungkin sekolah favorit kali ya, mereka masih menganggap AN ini pengganti UN untuk masuk ke jenjang berikutnya, padahal tidak," kata Husin
Menurut dia, hal ini adalah bentuk salah paham dari masyarakat terkait AN. Padahal substansi AN bukan mengejar nilai seperti UN.
"Try out segala macam soal prediksi asesmen, mau memperkaya boleh, tapi kalau jadi bias pas ini diterima masyarakat tanpa sosialisasi," tuturnya.
Orang tua murid SMA swasta di Jakarta Timur bernama Elindra Yeti pun mengaku cemas dan belum begitu memahami apa itu AN. Ia juga mengutarakan bahwa masih banyak dari orang tua murid yang menganggap AN adalah UN.
"Kecemasan utama tadi jangan-jangan AN ini ngga jauh beda dengan UN, jadi ada siap-siap untuk try out, siap-siap bimbel lagi nih, apa bedanya dengan yang kemarin. Yang ingin kami ketahui apa tujuan asesmen, gimana implementasi, apa yang disiapkan orang tua," tuturnya.
Sebelumnya, Mendikbud Nadiem Makarim menjelaskan bahwa hal ini bukan hanya sebagai pengganti daripada UN dan USBN, tetapi juga sebagai penanda perubahan paradigma tentang evaluasi pendidikan. Asesmen Nasional tidak lagi mengevaluasi capaian peserta didik secara individu, akan tetapi mengevaluasi dan memetakan sistem pendidikan berupa input, proses, dan hasil.
"Potret layanan dan kinerja setiap sekolah dari hasil asesmen nasional ini kemudian menjadi cermin untuk kita bersama-sama melakukan refleksi mempercepat perbaikan mutu pendidikan Indonesia," ucap dia dalam keterangan tertulis, Sabtu (10/10) lalu.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Brighton vs Crystal Palace di Liga Inggris: The Seagulls Kunci Kemenangan di Derby M23
Prediksi Skor Persebaya vs PSS Sleman: Green Force Diunggulkan, Elang Jawa Tak Bisa Diremehkan
Prediksi Skor Persib vs Persik di Super League: Pangeran Biru Susah Payah Jinakkan Macan Putih
Prediksi Skor Lyon vs Nice: Les Gones Buru Kemenangan demi Melesat ke 3 Besar Klasemen Ligue 1
Celios Benarkan Akuisisi Saham BYAN Salah Satu Sebab Pasar Saham RI Terancam Downgrade
Francisco Rivera dan Matheus Lagoa Absen, Persebaya Surabaya Tetap Pede Pecundangi PSS Sleman
Prediksi Skor Juventus vs Lazio: Biancocelesti Bakal Merepotkan Tuan Rumah di Allianz Stadium
Prediksi Skor Nottingham Forest vs Arsenal: Ujian Ketajaman Lini Serang Skuad Mikel Arteta
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persik Kediri: Marcos Reina Tak Mau Anggap Remeh
Prediksi Skor Leeds United vs Manchester United: Lisandro Martinez Sulit Masuk Starter

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022