
Mendikbud Nadiem Makariem - Dery Ridwansah (1)
JawaPos.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) berjanji akan segera menangani kekerasan seksual di dunia pendidikan. Sebab saat ini sedang, Kemendikbud tengah merancang program untuk menangkal tiga dosa di sistem pendidikan Indonesia. Salah satunya yakni kekerasan seksual, selain intoleransi dan perundungan.
"Untuk kekerasan seksual mohon kesabarannya, sebenarnya kami ingin meluncurkan programnya. Salah satunya dosanya adalah kekerasan seksual," ungkap Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, ketika Rapat Kerja dengan Komisi X DPR, Kamis (27/8).
Dia pun berkata bahwa pihaknya sudah memiliki strategi bagaimana menyelesaikan dosa tersebut. Diharapkan dengan program yang saat ini tengah dirancang, krisis moral dapat semakin menurun.
"Salah satunya secara spesifik sudah mengikuti benchmark atau framework global cuma tertunda karena Covid-19," ujar dia.
Adanya pandemi pun merubah roadmap pelaksanaan penyelesaian masalah yang ada di pendidikan. Sebab, semua pihak sedang berfokus menyelesaikan berbagai kendala yang disebabkan pandemi virus Covid-19.
"Semua hal-hal baik yang mau kita lakukan tertunda karena krisis ini menjadi prioritas. Tetapi jangan khawatir itu sudah dirancang dan tinggal kita eksekusi. Tapi kita harus memproritaskan covid dan anggarannya ke sana dulu," imbuh dia.
Pernyataan Nadiem adalah jawaban daripada keresahan Wakil Ketua Komisi X DPR Hetifab Sjaifudian. "Saya secara pribadi, terkait kasus keserasan seksual yang masih terjadi di dunia pendidikan, kami aktivis perempuan merasa khawatir. Harusnya di istitusi pendidikan hal-hal semacam ini tidak boleh terjadi lagi ya," terang dia.
Untuk itu, dia mengharapkan segera ada regulasi yang mengatur soal kekerasan seksual. Dia juga meminta agar disiapkan sanksi keras bagi pelaku tindak kekerasan seksual.
"Bagaimana bisa dibuat peraturan khusus soal ini dan fasilitas lain yang bisa menceagh terjadinya pelecehan dan sanksi bagi oknum, walau dia Aparatur Sipil Negara (ASN) pokoknya harus bisa dipecat," tegas Hetifah.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=vlmhiZkKN1M

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
