
Kemendikbud
JawaPos.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menyatakan bahwa siswa, guru, mahasiswa dan dosen akan mendapatkan subsidi pulsa atau kuota gratis untuk menjalankan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Anggaran yang dikeluarkan untuk subsidi pulsa sebesar Rp 7,2 triliun.
Untuk siswa sendiri akan mendapat bantuan 35 GB per bulan, kemudian untuk guru sebanyak 45 GB per bulan. Sedangkan untuk mahasiswa dan dosen sebesar 50 GB per bulan.
Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Satriwan Salim pun menyatakan apresiasinya atas relaksasi tersebut. Pasalnya, hal ini merupakan satu satu jawaban daripada keluhan atas PJJ, yaitu kendala pulsa dan kuota.
"Saya apresiasi Kemendikbud untuk alokasi tersebut, akan mengurangi beban kuota bagi guru dan siswa selama PJJ. Tentu bentuk subsidi kuotanya langsung berupa kuota ke nomor hp guru, bukan berupa uang, tp paket data," jelas dia kepada JawaPos.com, Kamis (27/8).
Ia pun memberikan tanggapan lainnya, yakni Kemendikbud juga perlu memperhatikan PJJ luar jaringan (luring). Pasalnya, saat ini belum ada format bantuan bagi para guru dan siswa yang menggunakan metode tersebut.
"Mestinya ini juga menjadi perhatian sebab persoalan PJJ selama ini yg dominan adalah PJJ luring. Kendala-kendala selama PJJ luring seperti masalah akses listrik, internet, kepemilikan gawai, sulitnya akses guru kunjung ke rumah siswa, yang notabene harus diintervensi oleh Kemendikbud (sebagai leading sector) bersama kementerian/lembaga (K/L) dan Pemda selama 5 bulan, belum nampak ada progres yang signifikan. Ini mestinya juga yg disentuh oleh Kemdikbud. Sebab mereka semua adalah guru-guru yang mendidik anak-anak Indonesia," terang dia.
Satriwan pun meminta agar pihak Kemendikbud kembali mendata dan membukanya terkait berapa banyak guru dan siswa di daerah mana saja yang menggunakan PJJ luring. Sebab, dengan akses internet yang merata, seperti penambahan hotspot adalah kebutuhan pelaku di satuan pendidikan di era Internet of Things (IoT).
Kunci kemajuan dan SDM yang bermutu saat ini adalah tergantung kepada akses pembelajaran yang basisnya adaaLah digital. Generasi saat ini yg kita ajar: Generasi Z dan Alfa adalah Generasi Digital, mereka adalah digital native. Bagaimana digital native ini akan menjadi SDM Indonesia yang bermutu, jika prasyarat akses dan perangkat digital belum merata menyentuh mereka yNg di pelosok-pelosok," urainya. (*)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
