
SEKOLAH LAGI: Beberapa siswa SMAN 1 Blitar mengikuti uji coba pembelajaran tatap muka hari pertama, Selasa (18/8). (FIMA PURWANTI/JAWA POS RADAR BLITAR)
JawaPos.com - Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) mengungkapkan kasus pembukaan sekolah yang mengabaikan pengisian daftar periksa di Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara. Dari 51 sekolah yang melakukan pembelajaran tatap muka, hanya 13 yang mengisi daftar periksa
Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) FSGI Fahriza Tanjung mengatakan, sisanya sebanyak 37 sekolah yang tidak mengisi daftar periksa yang merupakan kewajiban untuk membuka sekolah ini pun patut dipertanyakan. Kenapa mereka bisa membukanya.
"Ada 51 SMP baik negeri maupun swasta mulai belajar tatap muka sejak 18 Agustus 2020, kalau merujuk dari daftar periksa yg dilakukan, ini kan kewajiban, kami melihat dari 51 sekolah itu ternyata hanya 13 sekolah yg mengisi daftar periksa, ini patut kita pertanyakan kenapa sekolah yg tidak melakukan isian daftar periksa bisa buka sekolah," ungkapnya dalam telekonferensi pers, Sabtu (22/8).
Untuk indikator yang harus diisi, pertama dari sisi kesiapan toilet bersih, hanya 12 sekolah yang menyatakan siap. Kemudian, dari kesiapan sarana cuci tangan dan hand sanitizer, dari 51 SMP yang buka sekolah itu, hanya 12 yang menyatalan kesiapan sarana cuci tangan, 1 tidak tersedia dan 37 tidak mengisi.
"Demikian juga dari ketersediaan desinfektan, dari 51 sekolah tersebut, hanya 9 yang menyatakan ketersediaan desinfektan. ketersediaan thermo gun juga begitu, dari 13 sekolah yang mengisi daftar periksa hanya 5 sekolah yang punya thermo gun, ini menjadi pertanyaan kenapa sekolah-sekolah yang tidak mengisi daftar isian bisa membuka sekolah," tegasnya.
Hal ini pun kata dia merupakan bentuk ketidaksiapan pemerintah pusat dan daerah untuk mengawasi perizinan pembukaan sekolah di zona hijau dan kuning. Padahal jika siap, klaster di sekolah harusnya tidak terjadi.
"Ini salah satu contoh bentuk persiapan yang tidak dilakukan dengan matang dan tidak ada pengawasan pihak-pihak terkait dari Kemendikbud ataupun Pemda yang juga punya kewenangan untuk melalukan pengawasan sekolah ini, kita melihat pengawasan tersebut sangat lemah," pungkasnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
