Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 6 Mei 2020 | 21.48 WIB

Kalender Akademik Perguruan Tinggi Negeri Tidak Mundur

BERSAING: Calon mahasiswa menjalani tes penerimaan mahasiswa tahun lalu. Kualitas mahasiswa melalui jalur SNM PTN diharapkan terus membaik. - Image

BERSAING: Calon mahasiswa menjalani tes penerimaan mahasiswa tahun lalu. Kualitas mahasiswa melalui jalur SNM PTN diharapkan terus membaik.

JawaPos.com – Meski pandemi Covid-19 belum dapat diprediksi kapan berakhir, pelaksanaan kuliah semester awal 2020–2021 tidak akan berubah. Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) sepakat bahwa jadwal semester ganjil tetap seperti biasa.

Ketua MRPTNI Jamal Wiwoho menuturkan, ada sejumlah pertimbangan yang menjadi dasar kebijakan tersebut. Salah satunya agar tidak terjadi kekosongan dalam kalender akademik. Terlebih, ada pertimbangan bahwa beberapa kegiatan yang menyertai mahasiswa baru bisa dilakukan dengan mengikuti protokol Covid-19. Misalnya, daftar ulang atau kuliah umum yang dapat dilaksanakan secara online.

Dengan demikian, semester ganjil tetap dapat dijalankan sesuai dengan kalender akademik PTN yang diberlakukan selama ini pada Juli–Agustus. ”Nanti dapat dilaksanakan dengan penyesuaian-penyesuaian tertentu,” ujar Jamal dalam video telekonferensi kemarin (5/5).

Pertimbangan lain, kata dia, jika jadwal semester genap 2019–2020 mengalami perpanjangan waktu, biaya operasional PTN berpotensi akan bertambah.

Penetapan semester ganjil itu pun sejalan dengan jadwal ujian tulis berbasis komputer (UTBK) yang merupakan syarat mengikuti seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN). Jadwalnya pada 5–12 Juli 2020.

Bagaimana dengan proses pembelajaran jarak jauh (PJJ) mahasiswa baru? Menurut rektor Universitas Sebelas Maret itu, sejauh ini seluruh PTN sudah melaksanakan PJJ online, baik secara synchronous (interaksi langsung) maupun asynchronous (tidak langsung). Ujian skripsi dan wisuda pun telah diselenggarakan secara online.

Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Panut Mulyono menambahkan, pelaksanaan semester ganjil sangat penting sesuai dengan kalender akademik. Tujuannya, mahasiswa tidak kehilangan semangat belajar. Apalagi jika harus ditunda satu semester, bahkan satu tahun. ’’Itu kerugian besar untuk mereka. Jadi, diusahakan kekosongan itu nggak ada,” ungkapnya.

Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Arif Satria mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan skenario untuk semester ganjil. Saat kondisi normal, dengan prediksi pandemi bisa diatasi hingga Juni, perkuliahan dilaksanakan secara normal (offline). Namun, jika pandemi belum rampung, masuk skenario kedua. ”Proses perkuliahan untuk sampai UTS dilakukan secara online,” katanya. Ketiga, proses perkuliahan full online hingga akhir tahun.

Di sisi lain, terkait mahasiswa dan keluarganya yang perekonomiannya terdampak Covid-19, MRPTNI akan membantu. Merujuk pasal (6) Permen Dikti No 39 Tahun 2017 tentang Perubahan Uang Kuliah Tunggal (UKT), mahasiswa akan diberi relaksasi tentang pembayaran UKT. ”Dapat berupa pembebasan sementara, pengurangan, pergeseran klaster, pembayaran mengangsur, dan penundaan pembayaran UKT,” tutur Jamal.

Di perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN), Kementerian Agama (Kemenag) juga menyiapkan skema untuk membantu mahasiswa di tengah pademi. Misalnya, mahasiswa diberi kesempatan mengajukan surat permohonan banding uang kuliah tunggal (UKT) untuk semester ganjil 2020–2021.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=oRUJKBFt6CY

 

https://www.youtube.com/watch?v=Fx1-tEKpS70

 

https://www.youtube.com/watch?v=ZVYDzxryK1Q

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore