
ilustrasi perkuliahan.
JawaPos.com - Perguruan tinggi akhirnya ikut merespons perkembangan industri masa kini. Khususnya dikaitkan dengan tren revolusi industri 4.0 yang berbasis internet. Wujudnya, antara lain, dibukanya program studi (prodi) kekinian seperti bisnis digital.
Perkembangan tersebut disampaikan oleh Ketua Dewan Pengurus Nasional (DPN) Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Indonesia (AFEBI) Suharnomo saat berkunjung ke kampus Universitas Terbuka (UT) di Tangerang Selatan kemarin (12/2). Dia menjelaskan, prodi bisnis digital sudah berjalan satu tahun di Universitas Padjadjaran (Unpad), Bandung.
"Undip (Universitas Diponegoro, Red) tahun ini (membuka prodi bisnis digital, Red)," kata dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Undip itu. Dia menuturkan, saat ini rata-rata usia fakultas ekononi (FE) di kampus negeri 60 tahun. Selama itu pula, di FE hanya ada prodi akuntansi, manajemen, dan ilmu pembangunan.
Nah, untuk merespons era revolusi industri 4.0, kampus berupaya ikut menyediakan kebutuhan masyarakat dan industri. Suharnomo menuturkan, prodi baru di Unpad tersebut mendapat respons positif dari masyarakat, bahkan kini menjadi salah satu favorit.
Suharnomo menjelaskan, prodi bisnis digital membutuhkan dosen dengan latar belakang yang khas. Di Undip, misalnya, dosen yang bakal mengampu prodi tersebut umumnya lulusan S-1 jurusan IT kemudian melanjutkan pendidikan ke S-2 atau S-3 ekonomi atau bisnis. Dengan demikian, selain memiliki keahlian di bidang bisnis, dosen tersebut punya kemampuan teknis di bidang IT. Terkait dengan materi kuliah, selain perihal bisnis, ada big data, internet of things (IoT), dan e-marketing.
Rencananya, mulai tahun ini Undip membuka prodi bisnis digital. Sebagai permulaan, prodi itu baru dibuka untuk program sarjana lewat jalur seleksi mandiri. Tidak dibuka dahulu untuk pelamar jalur SNM PTN atau SBM PTN. Terkait dengan perizinan, Suharnomo mengatakan tidak ada persoalan. Sebab, sebagai salah satu PTN badan hukum, Undip diberi keleluasaan untuk membuka prodi baru.
Rektor Universitas Terbuka (UT) Ojat Darojat menyatakan siap berkolaborasi dengan AFEBI. Misalnya, memberikan pelatihan teknis untuk menyelenggarakan kuliah jarak jauh (distance learning). Sebab, nanti ada beberapa prodi atau mata kuliah yang diselenggarakan secara online. Dengan begitu, materi tersebut bisa diakses mahasiswa FE di seluruh Indonesia.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
