Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 28 Desember 2017 | 03.31 WIB

Ini Rencana Peningkatan Kualitas Pendidikan Menengah 2018

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Saiful Rachman (dua dari kiri) saat menjadi pembicara di kantor Dispendik Jatim. - Image

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Saiful Rachman (dua dari kiri) saat menjadi pembicara di kantor Dispendik Jatim.

JawaPos.com - Dinas Pendidikan Jawa Timur menempuh sejumlah pembenahan di dunia pendidikan pada jenjang sekolah menengah. Di antaranya, peningkatan kualitas yang mencakup perbaikan sarana dan prasarana, anggaran untuk pendidik dan guru tidak tetap (GTT/PTT), dan mutu kepala sekolah.


Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Saiful Rachman mengatakan, perbaikan akan diterapkan pada sekolah yang sarana dan prasarananya kurang memadai. Misalnya, sarana pendidikan di sekolah di Madura. Kebijakan tesebut mengacu pada upaya perbaikan indeks pembangunan manusia di beberapa kota di Madura yang tercatat kurang dari 70.00.


Metode atau pola menggunakan konsep dual track yang menggabungkan konsep pendidilan formal dan informal. "Pada tataran (sekolah) tingkat menengah (mencakup) juga peningkatan di skill dan karakter," kata Saiful kepada JawaPos.com, Rabu (27/12).


Kemudian, pada 2018 pihaknya menganggarkam dana sebesar Rp 1,3 triliun untuk kesejahteraan pendidik dan guru tidak tetap (GTT/PTT). Jumlah tersebut tidak terlalu signifikan selisihnya dibanding anggaran 2017. Lebih lanjut, Saiful menyinggung kualitas kepala sekolah. Menurutnya, pengangkatan kepala sekolah harus melalui seleksi berupa pendidikan dan latihan (diklat).


Agar dapat menghasilkan kepala sekolah yang profesional, paham manajemen sekolah dan latar belakang pendidikan yang sesuai. "Karena selama ini kebanyakan diangkat (langsung) dari (pemerintah) daerah," katanya.


Di tempat yang sama, Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur Hartoyo mengatakan, perbaikan juga perlu dilakukan pada sistem penerimaan siswa baru. Dia mengaku banyak menampung curhatan kepala sekolah dari pelbagai kota di Jawa Timur.


Menurutnya, banyak kepala sekolah yang mengeluhkan momen penerimaan siswa baru pada sekolah swasta dan negeri yang hampir bersamaan. Dampaknya, banyak siswa yang sudah terdaftar di sekolah negeri setelah diterima di sekolah swasta.


"Ini kan berkaitan dengan uang pendaftaran (di sekolah swasta) yang tidak bisa diambil lagi," kata Hartoyo.


Sementara itu, Pengamat Pendidikan Jawa Timur Zainuddin Maliki mengatakan perbaikan kualitas pendidikan dapat dilakukam pada aspek apapun. Yang penting dapat mendorong siswa agar lebih berprestasi.


"Termasuk perbaikan kualitas pendidikan yang membentuk siswa jadi manusia berakhlak, kreatif, demokratif, cakap, sehat, dan bertanggungjawab," kata Zainuddin.


Kualitas sarana dan prasarana sekolah jenjang menengah di Jawa Timur masih bertaraf standar pelayanan minimum (SPM). Karenanya perlu ada perbaikan kualitas yang juga berdampak pada tenaga guru. "Supaya, (guru) dapat menjalankam tugasnya dengan baik," tutur Zainuddin.

Editor: Administrator
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore