
TEPAT GUNA: Ghois Qurniawan, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surabaya membuat inovasi dengan sinar ultra violet untuk memberikan cahaya kepada tumbuhan.
Tanaman tetap membutuhkan sinar matahari yang memiliki kandungan lebih kompleks. Tanpa cahaya matahari, tanaman akan rentan layu. ”Saya belum tahu kompleksitas apa saja yang terkandung dalam cahaya matahari, tapi mungkin bisa untuk ditambahkan nantinya,” jelasnya. Saat ini riset-riset terus berjalan. ”Bisa ditambahkan spektrum lagi,” tuturnya.
Kaprodi Teknik Elektro UMS Anang Widiantoro mengapresiasi inovasi yang dibuat oleh Ghois. Menurut dia, tanaman idealnya membutuhkan cahaya matahari untuk proses fotosintesis. ”Tapi, malam hari tidak ada. Ini inisiatif bagus. Sangat inovatif,” jelasnya. Karena itu, dia mendorong para mahasiswa untuk membuat teknologi tepat guna yang bisa bermanfaat bagi masyarakat. Bahkan, tidak tertutup kemungkinan alat-alat inovatif tersebut bisa dipatenkan.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
