
MILIK SENDIRI: Siswa-siswi TK Agripina saat memberi makan Ikan di Kolam Kebun Binatang Mini TK Agripina, bersama guru mereka.
Siswa umumnya lebih mudah mencerna pelajaran yang disampaikan secara langsung. Sekolah Alam KB-TK Agripina memegang prinsip tersebut. Di sekolah itu, hadir pembelajaran dengan praktik. Termasuk pengetahuan dan pengalaman tentang binatang.
KEBUN binatang mini di halaman belakang sekolah, rupanya, merupakan trik jitu untuk menarik perhatian anak. Ada berbagai jenis binatang, unggas, ikan, dan hewan ternak berkaki empat. Semua adalah binatang yang jinak sehingga aman bagi siswa.
Setiap siswa mendapatkan giliran yang sama untuk berinteraksi langsung dengan binatang. Pengaturannya, piket antarkelas. Dalam sehari, ada satu kelas yang piket. Di Agripina, terdapat lima kelas sehingga rata mulai Senin hingga Jumat.
Kegiatan dimulai pagi sebelum mereka masuk kelas. Para siswa menuju ke halaman belakang untuk memberi makan hewan-hewan ternak. Mereka melakukan kegiatan tersebut dengan didampingi guru kelas. Satu kelas disebar menjadi beberapa kelompok sesuai dengan jumlah jenis binatang.
Misalnya, yang dilakukan Lintar Janadi Hafizudin dan kawan-kawan. Mereka mengikuti Kepala Sekolah Alam KB-TK Agripina Khuliyatul Nusroh memberi makan rusa. Sembari berjalan, perempuan yang akrab disapa Nia itu memberikan materi kepada siswanya. ’’Anak-anak, kenapa binatang harus dikasih makan?’’ tanyanya. Berbagai jawaban mengalir dari bibir mungil para siswa. Ada yang menjawab karena binatangnya lapar. Ada pula yang menjawab supaya kuat.
Setelah mendengar jawaban para siswa, Nia menyampaikan apresiasi. ’’Karena kita sayang binatang ya,’’ katanya kepada mereka. Anak-anak makin bersemangat untuk segera bertemu dengan binatang-binatang lain di halaman belakang sekolah.
Sambil membagikan makanan, Nia bertanya lagi. ’’Siapa yang menciptakan binatang?’’ tanyanya. Anak-anak kompak menjawab, ’’Tuhan’’. Dengan merawat binatang, berarti para siswa telah menjalankan perintah Tuhan. Yakni, menyayangi semua makhluk ciptaan-Nya.
Setelah menerima pakan hewan, para siswa memberikannya kepada binatang. Lintar dan kawan-kawan kebagian memberi makan rusa. Ada wortel, mentimun, kacang panjang, serta rumput-rumputan.
Selain rusa, ada kuda, kambing, dan sapi. Tidak hanya memberikan makan, siswa juga diajari cara memegang dan memandikannya. Untuk jenis unggas, ada ayam, bebek, angsa, dan kasuari. Meski diajari memberikan makan, siswa tidak boleh terlalu dekat dengan hewan-hewan tersebut. Unggas mudah mematuk saat merasa dalam bahaya.
Kegiatan memberi makan binatang pun selesai. Anak-anak kembali ke kelas untuk mengikuti pelajaran. Namun, sebelum belajar, mereka mencuci tangan. Tidak lupa, mereka memakai sabun untuk menghilangkan kuman-kuman yang menempel.
Nia menjelaskan, kebun binatang mini digagas Agripina sejak awal sekolah itu berdiri. Harapannya, mereka bisa menjadi sekolah alam yang benar-benar memberikan pengalaman langsung kepada siswa. ’’Kalau belajar begini, mereka akan mudah ingat,’’ tuturnya. (ant/c14/nda)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
