
Ketum PBNU Said Agil Siroj
JawaPos.com - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menentang dengan keras wacana 5 hari sekolah dan 8 jam belajar atau full day school.
Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk tidak menyetujui kebijakan yang digagas oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy ini. Sebab telah terjadi keresahan di tengah masayarakat adanya wacana itu.
"Tingginya gejolak serta keresahan yang terjadi maka PBNU meminta ke Presiden Jokowi mencabut atau membatalkan full day school ini," tegas Said dalam konfrensi pers di kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Kamis (15/6).
Pria kelahiran Cirebon, Jawa Barat ini menambahkan, tidak semua orang tua peserta didik bekerja sehari penuh. Jika alasan full day school karena orang tua banyak yang seharian bekerja.
Menurut Said, di pelosok daerah orang tua murid banyak yang bekerja sebagai petani dan juga nelayan. Separuh waktunya juga dipakai bersama dengan anak mereka. Oleh sebab itu belajar tidak selalu identik dengan sekolah.
"Interkasi sosial terhadap tempat tinggalnya juga bagian dari proses pendidikan karakter, sehingga tidak hilang nilai-nilai adat dan tradisi," katanya.
Sebelumnya, Mendikbud Muhadjir Effendy berencana mengubah hari belajar menjadi Senin sampai Jumat. Aturan ini dikabarkan mulai berlaku pada tahun ajaran baru 2017-2018. Muhadjir menjelaskan, setiap harinya siswa akan belajar di sekolah selama 8 jam.
Menurut Muhadjir, selama ini di sekolah negeri khusunya memang hanya belajar dari Senin hingga Jumat. Hanya saja siswa masih terbebani dengan kegiatan ekstrakulikuler pada Sabtu atau Minggu.
Dengan adanya aturan ini, siswa tidak perlu lagi berkegiatan di hari Sabtu ataupun Minggu. Dua hari itu nantinya benar-benar menjadi hari libur bagi para siswa.(cr2/JPG).

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
