
DUA POSISI: Tim Robotik SD Al Falah Surabaya berhasil menyabet juara I dan II ASEAN MATE Underwater Robot Competition 2017 di Lapangan KONI pada 15–16 April.
JawaPos.com – Prestasi siswa Surabaya semakin moncer di kompetisi internasional. Salah satunya SD Al Falah Surabaya. Mereka baru saja memenangi ASEAN Marine Advance Technology Education (MATE) Underwater Robot Competition 2017 untuk kategori scout (pemula).
Dalam kompetisi yang diselenggarakan di kolam renang KONI Jatim itu, SD Al Falah mengirimkan dua tim. Yakni, SDELFA dan KRI Dewaruci. Keduanya berhasil menyabet juara I dan II dalam kategori tersebut.
SDELFA terdiri atas lima siswa. Yakni, Adrian Maulana Syafar Putra Triar, Hernawan Santosa, M. Akbar Dzakwansyah Yusuf, Zidan Yusra Pranata, dan Salwa Malwiya. Mereka masih kelas IV SD, kecuali Salwa yang saat ini kelas V. Meski demikian, kemampuan tim tersebut dalam mengendalikan robot mengantarkan mereka menjadi juara dalam kompetisi itu.
Di kedalaman air tersebut, tim harus menyelesaikan tantangan yang telah disediakan. Di antaranya, memasukkan kubus ke dalam check point, mengambil item kecil seperti gelang dan bola untuk digiring ke check point, menutup panel dengan kotak, dan menghidupkan alarm kubus dengan sensor magnetik. ”Sebelum itu, ada presentasi pakai bahasa Inggris,” ujar Adrian Maulana Syafar Putra Triar.
Untuk presentasi, Adrian dan kawan-kawan berbagi tugas. Ada yang menjelaskan bentuk, bahan rangka, mesin, hingga kekuatan dan keunggulan robot. Setelah itu, mereka melakukan sesi tanya jawab dengan para juri.
Namun, kompetisi sesungguhnya berada di dalam air. Underwater robot terhubung dengan remote control melalui kabel. Di atas remote control, ada layar yang memperlihatkan jalannya robot. Nah, siswa menjalankan robot melalui layar tersebut.
Adrian menyatakan, mereka mendapat waktu lima menit untuk persiapan. Waktu maksimal untuk menyelesaikan misinya 15 menit. Menurut Adrian, tantangan tersebut cukup mudah dilalui. ”Karena sudah sering berlatih,” ungkapnya.
Dalam perlombaan tersebut, mereka harus menghadapi tim dari berbagai negara. Ada yang dari Thailand, Singapura, Malaysia, Tiongkok, dan Indonesia. Namun, karena sudah sering mengikuti perlombaan serupa, tim SD Al Falah tidak gentar.
Sementara itu, tim KRI Dewaruci berada di posisi juara II dalam perlombaan tersebut. Mereka sempat terkendala pada tantangan membawa benda kecil ke check point. Namun, akhirnya tetap bisa membawa pulang piala dan sertifikat laga tingkat Asia Tenggara itu. (ant/c6/nda/sep/JPG)

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
