
MEMECAH KETEGANGAN: Para peserta dari kelas bahasa Indonesia bagi penutur asing (BIPA) bernyanyi bersama sebelum berlomba.
JawaPos.com – Orang asing ikut lomba menyanyi sudah biasa. Tetapi, bagaimana kalau yang dinyanyikan lagu-lagu Indonesia? Ada lagu kenangan, pop, serta dangdut. Pesertanya adalah 22 mahasiswa asing. Mereka berlomba di UPT Bahasa dan Budaya Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).
Mahasiswa asing di UPT Bahasa dan Budaya ITS tersebut berasal dari berbagai negara. Antara lain, Madagaskar, Timor Leste, Tanzania, dan Arab Saudi. Kemarin mereka beradu kebolehan dalam hal tarik suara. Ada dua lagu yang dinyanyikan. Lagu wajib Berkibarlah Benderaku karya Ibu Sud dan lagu pilihan sesuai dengan yang mereka kuasai.
Muhamed Khatib Juma, salah satunya. Mahasiswa asal Tanzania itu mengenakan jas hitam dan dasi kupu-kupu. Dengan gagah, dia menyanyikan lagu nasional. Giliran lagu pilihan, dia menyanyikan lagu berjudul Ibu milik Iwan Fals.
Dengan gaya mellow, dia berupaya memberikan penampilan terbaik. ’’Ribuan kilo jalan yang kau tempuh, lewati rintang untuk aku anakmu.’’ Pelafalan yang kurang lancar dan mimik muka kesedihan membuat teman-teman Muhamed tertawa. ’’Ini lagu kesukaan saya,’’ katanya saat ditemui Senin (6/3) setelah tampil.
Sudah lima bulan mahasiswa yang akan masuk Departemen Sistem Informasi tersebut berada di Indonesia. Selama itu pula dia belajar bahasa Indonesia. Muhamed termasuk cepat belajar. Komunikasinya dengan bahasa Indonesia cukup lancar.
Hampir setengah tahun meninggalkan Tanzania membuat Muhamed rindu dengan ibunya. Karena itu, lagu Iwan Fals tersebut menjadi obat kangen terhadap perempuan yang melahirkannya. ’’Saya juga suka menyanyi. Saya bisa bernyanyi tanpa lihat teks di layar,’’ ungkap penggemar Iwan Fals tersebut.
Lomba menyanyi mahasiswa kelas bahasa Indonesia bagi penutur asing (BIPA) itu diadakan sebagai inovasi pembelajaran bahasa. Harapannya, dengan pembelajaran yang menyenangkan, para mahasiswa asing bisa lebih cepat menguasai bahasa Indonesia.
Meski baru pertama diadakan, kegiatan itu cukup sukses. Seluruh mahasiswa asing senang. Saking antusiasnya, mereka mendekorasi ruang kelas dengan balon dan pita warna-warni. Pemenang pertama diraih Razafiarison Serge Landry dari Madagaskar.
Kepala UPT Bahasa dan Budaya ITS Ratna Rintaningrum PhD menyatakan, kegiatan tersebut akan dijadikan silabus dalam kelas BIPA. Dengan demikian, kegiatan serupa akan dilangsungkan pada tahun-tahun berikutnya. ’’Ini sebagai upaya meningkatkan rasa percaya diri mereka untuk bisa berbicara dengan bahasa Indonesia,’’ jelasnya. Sebab, problem yang sering dihadapi anak yang belajar bahasa asing adalah tidak percaya diri menggunakan bahasa tersebut. Khawatir salah ucap, kata, dan tata bahasa.
Bukan hanya lomba menyanyi, masih banyak kegiatan lain yang menyenangkan. Salah satunya transaksi di pasar. Para mahasiswa asing dilepas ke pasar dengan uang saku Rp 25 ribu. Mereka boleh membelanjakan uang tersebut dan ikut dalam proses tawar-menawar. ’’Jadi benar-benar dipaksa untuk segera bisa,’’ paparnya. (ant/c15/nda/sep/JPG)

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
