Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 22 Februari 2017 | 09.13 WIB

Pastikan Server Terkoneksi Selama Simulasi UNBK

UJI COBA: Suasana simulasi UNBK Senin (20/2) di salah satu ruang SMAN 16 Surabaya. - Image

UJI COBA: Suasana simulasi UNBK Senin (20/2) di salah satu ruang SMAN 16 Surabaya.

JawaPos.com – Simulasi ujian nasional berbasis komputer (UNBK) jenjang SMA dimulai Senin (20/2). Simulasi yang berakhir hari ini tersebut menjadi momentum sekolah untuk memastikan sinkronisasi server dengan pusat.


Waka Kurikulum SMAN 16 Surabaya Ridwan menyatakan, sinkronisasi dilakukan jauh-jauh hari. Namun, saat hari H simulasi, ada dua server yang belum sinkron pada sesi pertama.


”Sesi kedua, satu server belum connect,” ujarnya.


Ada enam server utama dan satu server cadangan dalam simulasi tersebut. Jumlah itu disiapkan untuk tujuh ruangan. Nah, saat itulah ditemukan ada server yang belum berhasil terkoneksi. ”Sekarang (Senin 20/2)) langsung di-remote (dikendalikan dari jauh, Red) dari posko yang ada di ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Red),” tuturnya.


Lantaran server tidak bisa login, siswa di ruangan itu digabung dengan siswa di ruangan lain. Akibatnya, satu ruangan tidak berisi 20 siswa sesuai ketentuan ujian, tetapi 40 siswa. ”Kami sesuaikan dengan yang mata ujiannya sama. Kalau biologi, ya dengan biologi,” terangnya.


Ridwan mengakui, pada tahap simulasi tersebut, pihaknya ingin memastikan kesiapan jaringan terlebih dahulu. Terutama sebelum geladi bersih menjelang pelaksanaan UNBK. ”Kami pastikan secara teknis,” jelasnya.


Menurut dia, salah satu yang menjadikan server tidak terkoneksi adalah software yang mengalami perubahan dari tahun sebelumnya. Software saat ini memang lebih memudahkan proses ujian hingga final. ”Namun, connect-nya lama, lalu gagal,” jelasnya. Apalagi, pada simulasi tahap pertama dan simulasi tahap kedua, software yang digunakan juga berbeda.


Problem dalam simulasi itu menjadi catatan bagi sekolah. Terutama agar segera ada evaluasi sebelum ujian nasional dilaksanakan. Hari ini simulasi berlangsung untuk mata ujian bahasa Inggris. Berbeda dengan tahun sebelumnya, kini masing-masing siswa mendengarkan materi listening dengan menggunakan headset. Tidak ada lagi materi listening yang terpusat melalui pengeras suara.


Waka Kurikulum SMAN 21 Surabaya Moch Arifana menyatakan, tidak ada kendala selama simulasi berlangsung. Menurut dia, pihaknya menyiapkan simulasi jauh-jauh hari. Termasuk kesiapan komputer dalam menerima upgrade software terbaru. ”Alhamdulillah lancar,” jelasnya.


Selain itu, pihaknya mengajak proctor dan teknisi untuk proaktif dalam berkomunikasi dengan sesama proctor dan teknisi. Terutama untuk mengantisipasi jika ada problem-problem dalam komputer. Komputer server, jelas dia, juga dikhususkan untuk server itu sendiri. ”Tidak digunakan untuk yang lain,” jelasnya.



Dalam simulasi dilaksanakan untuk mata ujian yang dipilih siswa sebelumnya. Menurut dia, tidak ada laporan dari siswa terkait soal-soal ujian yang tertukar atau tidak sama dengan pilihannya. Dia berharap simulasi bahasa Inggris hari ini juga tidak mengalami kendala. (puj/c6/dos/sep/JPG)

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore