Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 22 September 2025 | 20.16 WIB

Kisah Pengabdian Universitas Anwar Medika, “Kantong Ajaib” Bikin Produksi IRT Kupas Kerang Naik 3 Kali Lipat

Pengabdian masyarakat Universitas Anwar Medika membantu Industri Rumah Tangga pengupas kerang di Sedati, Sidoarjo. (Universitas Anwar Medika for JawaPos.com) - Image

Pengabdian masyarakat Universitas Anwar Medika membantu Industri Rumah Tangga pengupas kerang di Sedati, Sidoarjo. (Universitas Anwar Medika for JawaPos.com)

JawaPos.com — Sosialisasi pembuatan “Kantong Ajaib” untuk menyerap logam berat sekaligus mengawetkan produk digelar Universitas Anwar Medika di Tambak Cemandi, Sedati, Sidoarjo. Program ini juga memperkuat pemasaran berbasis digital bagi Industri Rumah Tangga (IRT) kerang kupas agar bisa menembus pasar lebih luas.

Program pengabdian masyarakat ini berlangsung sejak Juni hingga November 2025 dengan menggandeng pelaku IRT kerang kupas.

Kegiatan dipimpin oleh dosen Universitas Anwar Medika, Eviomitta Rizki Amanda, S.Si., M.Sc, yang memiliki latar belakang pendidikan S1 Kimia di Universitas Airlangga dan S2 Kimia di Universiti Teknologi Malaysia.

Eviomitta menjelaskan kegiatan ini merupakan hibah dari Kemendikbudristek untuk pengabdian kepada masyarakat.

Timnya kemudian mengangkat isu pengolahan kerang guna menurunkan kadar logam berat yang kerap menjadi persoalan utama pada produk perikanan.

“Sebenarnya ini kan hibah dari Kemendikbudristek (Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi) terkait pengabdian masyarakat. Nah, kemudian kami mengambil judul terkait pengolahan kerang untuk menurunkan logam berat,” ujar Eviomitta kepada JawaPos.com, Minggu (21/9/2025).

Untuk pengolahan kerang, digunakan metode dapurasi dengan seperangkat alat khusus.

Kerang yang sudah dikupas direndam lima menit dengan air bercampur cuka, kemudian disirkulasikan menggunakan pompa dengan tambahan es.

“Kemudian untuk teknis kegiatannya itu, selain pengolahan kerang, juga terkait pengawetan sama pemasaran digital seperti itu. Jadi, yang pertama terkait pengolahan kerang itu dilakukan dengan metode dapurasi, pakai seperangkat alat dapurasi gitu,” jelas Eviomitta.

Air bercuka yang bersifat asam inilah yang membantu melarutkan logam berat yang menempel pada kerang. Setelah proses dapurasi, kerang ditiriskan lalu dikemas dengan vacuum sealer agar lebih higienis dan tahan lama.

Vacuum sealer dipilih untuk mencegah kontaminasi bakteri dari udara, sehingga kualitas kerang tetap terjaga. Selain itu, tim juga melatih pelaku IRT membuat ice gel berbahan kitosan untuk memperkuat daya tahan dingin dan sifat antibakteri es pada saat distribusi.

“Kedua, kami kasih pelatihan membuatkan ice gel dari bahan kitosan,” jelas Eviomitta.

“Jadi, kalau es batu atau es balok kan cepat lelehnya selama pendistribusian kerang tadi, sehingga kami kasih pelatihan pembuatan ice gel, biar dinginnya itu lebih tahan lama.”

Kitosan yang berasal dari cangkang udang berfungsi sebagai pengawet alami sekaligus antibakteri. Ice gel ini membantu mempertahankan suhu lebih lama dan menjaga kesegaran kerang selama proses distribusi.

“Kemudian, ice gel-nya juga ada tambahannya kitosan, kami kasih campuran bahan kitosan, di mana kitosan ini kan pengawet alami ya, dari cangkang udang, yang biasa digunakan sebagai pengawet makanan juga,” imbuh Eviomitta.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore