Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 19 Agustus 2025 | 16.35 WIB

12,2 Persen Mahasiswa UI Depresi, 37,2 Persen Mengalami Kecemasan, MHC ILUNI UI: Pemicu Tekananan Akademis, Medsos, hingga Lingkungan Kompetitif

Ilustrasi depresi pada remaja.(Freepik)

JawaPos.com - Mahasiswa selama menjalani studi banyak mendapatkan tekanan. Tidak hanya tekanan terkait pembelajaran atau akademis. Tetapi juga tekanan aktivitas di media sosial (medsos) serta lingkungan yang sangat kompetitif. Kondisi ini memicu angka kasus kesehatan mental di kalangan mahasiswa cukup tinggi. 

Fenomena kesehatan mental di kalangan mahasiswa itu dikupas dalam diskusi sekaligus peluncuran buku panduan Mental Health Champions (MHC) Ikatan Alumni Universitas Indonesia (Iluni UI) di Pusgiwa, Kampus UI Depok. Buku tersebut menjadi sebuah inisiatif penting untuk mengatasi tantangan kesehatan jiwa yang meningkat di kalangan mahasiswa.

Program layanan MHC Iluni UI itu lahir dari keprihatinan atas tingginya angka masalah kesehatan jiwa di lingkungan kampus. Ketua Umum Iluni UI Didit Ratam menyatakan komitmen mereka untuk berkontribusi terhadap penanganan masalah tersebut. "Kami melihat tingginya tingkat masalah kesehatan jiwa di kampus karena tekanan akademis, media sosial, dan lingkungan yang sangat kompetitif," kata Didit dalam keterangannya (19/8).

Dia mengatakan Program MHC Iluni UI itu adalah puncak kerja keras tim Iluni UI. Mereka berharap layanan itu bisa menjadi warisan yang terus memberikan dampak positif bagi mahasiswa. Data dari internal UI dan nasional mendukung urgensi program tersebut
Prof. Fentiny Nugroho selaku Direktur pada Direktorat Alumni UI menyampaikan apresiasi dari Rektor UI. Dia memaparkan relevansi program itu dengan kondisi yang dialami mahasiswa saat ini. 

"Sebuah survei menunjukkan 12,2 persen mahasiswa kami mengalami depresi. Kemudian 37,2 persen mengalami kecemasan," katanya. Menurut dia program layanan MHC Iluni UI sangat relevan dan dibutuhkan untuk menciptakan lingkungan belajar yang suportif dan sehat. 

Dukungan terhadap layanan MHC Iluni UI juga datang dari pemerintah. Staf Khusus Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Prof. Zahrotun Nihayah memuji inisiatif ini sebagai langkah yang krusial. 

"Data nasional menunjukkan 34,9 persen remaja Indonesia mengalami masalah kesehatan jiwa," katanya. Baginya masalah kesehatan mental di kalangan remaja adalah isu kolektif. Maka program seperti itu adalah langkah penting untuk menciptakan kampus yang aman dan inklusif.

Prosesi peluncuran dan komitmen acara ini secara simbolis meresmikan program MHC Iluni UI melalui penyematan jaket MHC Iluni UI kepada Ketua MHC Iluni UI. Prosesi ini diikuti dengan pembacaan ikrar oleh para Mental Health Champions. Isinya menegaskan komitmen mereka terhadap integritas, kolaborasi dengan profesional, dan perawatan diri.

Editor: Kuswandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore