SDG
JawaPos.com-Biro Kemahasiswaan Universitas Mercu Buana (UMB) melalui bagian Pengembangan Karakter Mahasiswa menginisiasi sebuah program bernama SDG’s Project. Program ini dirancang untuk mahasiswa baru dengan tujuan mengembangkan kemampuan analisa serta meningkatkan kepedulian terhadap permasalahan sosial yang dihadapi bangsa Indonesia.
Kepala Bagian Pengembangan Karakter Mahasiswa, Bapak Safto Adi Wibowo, SE., MM., menjelaskan bahwa SDG’s Project mendorong mahasiswa untuk menganalisis kondisi sosial di lingkungan mereka sendiri.
"Mahasiswa diminta untuk menganalisa sebaik mungkin, masalah apa yang terjadi dalam lingkungan masyarakat sehingga mereka tidak terbawa arus yang hanya mementingkan kepentingan kelompok, dengan demikian mereka tidak hanya fokus pada kepentingan kelompok tertentu, tetapi benar-benar memahami dan berkontribusi dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapi masyarakat sekitar”, tambahnya.
Program ini dilaksanakan di wilayah-wilayah yang membutuhkan bantuan sesuai dengan 17 tujuan Sustainable Development Goals (SDG’s). Mahasiswa diberikan kebebasan untuk memilih lokasi yang benar-benar memerlukan intervensi, sehingga interaksi dan kontribusi yang diberikan dapat memiliki dampak yang nyata.
"Mereka tidak perlu jauh-jauh menyelesaikan masalah yang mungkin bukan menjadi prioritas utama. Yang penting, tempat tersebut benar-benar membutuhkan solusi, bukan sekadar keinginan untuk melakukan proyek di sana”, jelas Safto.
Pelaksanaan program ini dimulai dengan tahap perencanaan sejak Juni 2024, diikuti oleh implementasi pada September 2024, dan ditargetkan selesai pada Desember 2024. Namun, beberapa kendala di lapangan menyebabkan adanya perpanjangan waktu hingga dua bulan.
Mahasiswa baru yang terlibat dalam proyek ini terlebih dahulu diberikan pelatihan pada bulan Agustus agar memahami konsep dan implementasi SDG’s. Untuk memastikan kelancaran pelaksanaan, mereka dibimbing oleh 25 orang mentor dari mahasiswa semester 3 yang berperan sebagai koordinator dan penyambung komunikasi antara mahasiswa baru dengan pihak penyelenggara.
"Strategi yang kami gunakan adalah membentuk mentor sebagai penghubung utama, sehingga tidak semua mahasiswa bertanya langsung kepada panitia. Dengan demikian, koordinasi menjadi lebih efektif," ujar Safto.
Melihat tingginya antusiasme mahasiswa dan dampak positif yang dihasilkan, Safto berencana untuk mengajukan kembali program ini dengan perencanaan yang lebih matang.
"Tahun ini masih menjadi pilot project, sehingga masih ada beberapa kendala yang harus diperbaiki. Namun, kami optimis dengan peningkatan dan evaluasi yang lebih baik, proyek ini akan terus berlanjut," ungkapnya.
Dengan adanya program ini, Universitas Mercu Buana berharap dapat mencetak generasi emas 2045 yang memiliki visi tidak mudah diadu domba, serta mampu membedakan kepentingan umum dan kelompok. Selain itu, mahasiswa didorong untuk lebih aktif dalam kegiatan sosial di luar kampus, yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas. (*)

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
