Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 4 Juli 2024 | 14.18 WIB

Digelar Agustus, AKMI sebagai Tes Diagnostik Siswa Madrasah

Direktorat KSKK Madrasah Ditjen Pendis Kemenag gelar Asesmen Kompetensi Madrasah Indonesia (AKMI) pada Agustus. (Istimewa) - Image

Direktorat KSKK Madrasah Ditjen Pendis Kemenag gelar Asesmen Kompetensi Madrasah Indonesia (AKMI) pada Agustus. (Istimewa)

JawaPos.com–Direktorat Kurikulum Sarana Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Kemenag akan menggelar Asesmen Kompetensi Madrasah Indonesia (AKMI) pada Agustus.

Kemenag menyebut, AKMI sebagai tes diagnostik bagi siswa madrasah. Hal itu sejalan dengan tagline AKMI 2024 yakni Menuju Madrasah Maju, Bermutu, dan Mendunia.

Direktur KSKK Madrasah M. Sidik Sisdiyanto mengatakan, AKMI dilakukan sebagai tes diagnostik untuk menghimpun informasi akurat terkait dengan kompetensi literasi siswa madrasah. Sehingga menjadi fondasi dalam memperbaiki kualitas belajar-mengajar.

Menurut Sidik, tes diagnostik tersebut dapat berdampak pada perbaikan mutu pembelajaran dan hasil belajar peserta didik. Jadi tes diagnostik juga berguna memetakan capaian kompetensi literasi bukan mengukur capaian kompetensi peserta didik dalam mata pelajaran tertentu.

”Selain itu, juga memetakan level kemahiran peserta didik,” kata Sidik.

Sidik menuturkan, setidaknya ada empat kompetensi literasi yang akan diuji dalam AKMI 2024. Yakni literasi membaca, literasi numerasi, literasi sains, dan literasi sosial budaya.

”AKMI 2024 dirancang untuk memetakan kemampuan literasi, bukan mengukur capaian kompetensi peserta didik dalam mata pelajaran tertentu,” tegas Sidik Sisdiyanto.

AKMI, lanjut Sidik, tidak merujuk pada tingkat keberhasilan atau kegagalan suatu mata pelajaran. Tapi merujuk pada seberapa tinggi tingkat kemampuan literasi peserta didik.

”Apa gunanya? yaitu untuk mendukung keberhasilan mereka dalam belajar dan dalam memecahkan persoalan yang dihadapi,” ucap Sidik Sisdiyanto.

Kasubdit Kurikulum dan Evaluasi KSKK Madrasah sekaligus Koordinator Komponen 2 Madrasah Reform Abdul Basit menambahkan, ada beberapa argumentasi mengapa AKMI yang digelar Kemenag fokus kepada 4 kompetensi literasi. Yakni antara lain bahwa abad ke-21 disebut juga sebagai abad literasi.

Dikatakan Basit, abad literasi menuntut setiap individu memiliki tiga kategori keterampilan. Yakni keterampilan belajar, keterampilan literasi, dan keterampilan hidup.

Keterampilan belajar, menurut Basit, yaitu kreativitas, berpikir kritis, kolaborasi, dan komunikasi.

”Semuanya penting untuk mengajarkan peserta didik tentang proses mental yang diperlukan untuk beradaptasi dan meningkatkan diri di lingkungan kerja modern,” tutur Abdul Basit.

Ketua Project Management Unit (PMU) Madrasah Education Quality Reform Kemenag RI Arif Rahman menambahkan, AKMI yang digelar Kemenag berdampak langsung terhadap reformasi pendidikan di abad ke-21. Setidaknya perubahan tersebut berkaitan dengan 4 hal. Yakni standar lulusan, standar isi kurikulum, standar proses pembelajaran, dan standar penilaian pembelajaran.

”Reformasi pendidikan itulah yang menurut Kemenag bisa secara cepat membawa kemajuan bagi bangsa kita,” ucap Arif Rahman.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore