
Ketua Pembina Yayasan Kampus Universitas Pancasila Siswono Yudo Husodo (tengah).
JawaPos.com–Universitas Pancasila siapkan lulusan yang mampu memegang estafet kepemimpinan. Selain itu, siap dalam menjadi entrepreneurship. Hal itu ditegaskan Dr. (HC) Ir. Siswono Yudo Husodo yang saat ini merupakan Ketua Pembina Yayasan kampus.
Menurut dia, persaingan tidak hanya sebatas di dalam negeri, tetapi juga lintas batas negara. Dunia meramalkan bahwa Indonesia akan menjadi negara dengan kekuatan ekonomi ke-4 pada 2050, di bawah Tiongkok, India, dan AS. Indonesia memiliki faktor pendorong pertumbuhan ekonomi yaitu, besarnya PDB yang di atas 1 triliun dollar AS.
”Di kawasan Asia Tenggara, hanya Indonesia yang memiliki faktor ini. Negara kita sekarang ada di ranking 15 dunia dari segi PDB. Semua studi empirik menunjukkan bahwa suatu negara yang telah mencapai angka PDB di atas 1,” kata Siswono Yudo Husodo usai wisuda mahasiswa Universitas Pancasila.
Dia mengatakan, Dikti dalam kebijakan yang baru dalam kampus merdeka, merdeka belajar, telah memberikan ruang kepada mahasiswa mampu mencoba disiplin ilmu lain. Termasuk di dalamnya mengembangkan kemampuan mereka dalam berwirausaha.
”Sedikit atau banyak mendorong lahirnya entrepreneur, karena jurusan apapun dapat mengambil mata kuliah marketing. Jadi punya visi di dalam penjualan. Dia punya di akuntansi. Konsep yang lama kita didorong untuk memperdalam ilmu masing-masing," papar Siswono Yudo Husodo.
"Di UP masuk dalam penilaian kuliah kerja. Kerja praktik. Itu juga menambah sense entrepreneur mereka. Di dalam pengabdian Masyarakat, mereka juga merasakan bagaimana menjadi entrepreneur,” tambah Siswono Yudo Husodo.
Dalam wisuda kali ini, Anggota Yayasan UP Prof. DR. Bambang P.S Brodjonegoro dalam orasi ilmiah mengatakan, World Economic Forum memperkirakan bahwa kecerdasan buatan akan menggantikan sekitar 85 juta pekerjaan pada 2025.
”Sementara itu, PwC memperkirakan bahwa pada pertengahan 2030-an, 30 persen pekerjaan dapat terotomatisasi. Selama gelombang pertama dan kedua, diperkirakan bahwa perempuan berisiko terkena dampak otomatisasi, karena banyak yang menjalani pekerjaan bersifat administratif," ujar Bambang.
"Dalam jangka panjang, banyak pria yang akan terdampak juga karena mesin akan menggantikan banyak pekerjaan yang sifatnya manual di berbagai sektor. Oleh karena itu, penting bagi lulusan perguruan tinggi agar tidak hanya mengandalkan ijazah, tapi juga kemampuan berpikir kritis, kreativitas, keterampilan interpersonal, dan berbagai soft skill lain yang mumpuni,” jelas Bambang P.S Brodjonegoro.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
