Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 23 Mei 2024 | 17.34 WIB

Universitas Pancasila Siapkan Lulusan Menjadi Entrepreneur

Ketua Pembina Yayasan Kampus Universitas Pancasila Siswono Yudo Husodo (tengah). - Image

Ketua Pembina Yayasan Kampus Universitas Pancasila Siswono Yudo Husodo (tengah).

JawaPos.com–Universitas Pancasila siapkan lulusan yang mampu memegang estafet kepemimpinan. Selain itu, siap dalam menjadi entrepreneurship. Hal itu ditegaskan Dr. (HC) Ir. Siswono Yudo Husodo yang saat ini merupakan Ketua Pembina Yayasan kampus.

Menurut dia, persaingan tidak hanya sebatas di dalam negeri, tetapi juga lintas batas negara. Dunia meramalkan bahwa Indonesia akan menjadi negara dengan kekuatan ekonomi ke-4 pada 2050, di bawah Tiongkok, India, dan AS. Indonesia memiliki faktor pendorong pertumbuhan ekonomi yaitu, besarnya PDB yang di atas 1 triliun dollar AS.

”Di kawasan Asia Tenggara, hanya Indonesia yang memiliki faktor ini. Negara kita sekarang ada di ranking 15 dunia dari segi PDB. Semua studi empirik menunjukkan bahwa suatu negara yang telah mencapai angka PDB di atas 1,” kata Siswono Yudo Husodo usai wisuda mahasiswa Universitas Pancasila.

Dia mengatakan, Dikti dalam kebijakan yang baru dalam kampus merdeka, merdeka belajar, telah memberikan ruang kepada mahasiswa mampu mencoba disiplin ilmu lain. Termasuk di dalamnya mengembangkan kemampuan mereka dalam berwirausaha.

”Sedikit atau banyak mendorong lahirnya entrepreneur, karena jurusan apapun dapat mengambil mata kuliah marketing. Jadi punya visi di dalam penjualan. Dia punya di akuntansi. Konsep yang lama kita didorong untuk memperdalam ilmu masing-masing," papar Siswono Yudo Husodo.

"Di UP masuk dalam penilaian kuliah kerja. Kerja praktik. Itu juga menambah sense entrepreneur mereka. Di dalam pengabdian Masyarakat, mereka juga merasakan bagaimana menjadi entrepreneur,” tambah Siswono Yudo Husodo.

Dalam wisuda kali ini, Anggota Yayasan UP Prof. DR. Bambang P.S Brodjonegoro dalam orasi ilmiah mengatakan, World Economic Forum memperkirakan bahwa kecerdasan buatan akan menggantikan sekitar 85 juta pekerjaan pada 2025.

”Sementara itu, PwC memperkirakan bahwa pada pertengahan 2030-an, 30 persen pekerjaan dapat terotomatisasi. Selama gelombang pertama dan kedua, diperkirakan bahwa perempuan berisiko terkena dampak otomatisasi, karena banyak yang menjalani pekerjaan bersifat administratif," ujar Bambang.

"Dalam jangka panjang, banyak pria yang akan terdampak juga karena mesin akan menggantikan banyak pekerjaan yang sifatnya manual di berbagai sektor. Oleh karena itu, penting bagi lulusan perguruan tinggi agar tidak hanya mengandalkan ijazah, tapi juga kemampuan berpikir kritis, kreativitas, keterampilan interpersonal, dan berbagai soft skill lain yang mumpuni,” jelas Bambang P.S Brodjonegoro.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore