Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 3 April 2018 | 18.13 WIB

Menko PMK Beberkan Skema Penyaluran Dana Abadi Pendidikan

Menko PMK, Puan Maharani - Image

Menko PMK, Puan Maharani

JawaPos.com - Pemerintah terus mempertajam pemanfaatan dana abadi pendidikan yang diberikan melalui beasiswa.


Nantinya, diharapkan dana abadi pendidikan akan tersalur lebih optimal, tepat sasaran, dan tepat manfaat.


Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Puan Maharani menyatakan, perlu optimalisasi pengelolalaan dana abadi pendidikan untuk lebih mempercepat penyiapan SDM Indonesia.


Selain itu, pemanfaatan dana abadi pendidikan yang diberikan melalui beasiswa juga dipertajam. Baik dari sisi penerima manfaat, bidang studi, lembaga tujuan belajar, maupun perluasan manfaat pada vokasi dan tenaga pengajar.


Agenda lainnya ialah, revitalisasi pengelolaan dana abadi pendidikan diarahkan pula untuk menyiapkan SDM. Diharapkan nantinya dapat mendukung pelaksanaan pembangunan nasional.


“Rakor pada hari ini (kemarin), difokuskan kepada kebijakan pengelolaan dana abadi pendidikan yang lebih optimal, tepat sasaran dan tepat manfaat,” kata Puan usai memimpin Rapat Tingkat Menteri (RTM) di kantornya, Senin (1/4).


Diketahui, saat ini telah disusun rancangan Perpres tentang Dana Abadi Pendidikan.


Hal itu mengatur tentang tata pengelolaan Dana Abadi Pendidikan. Hingga kini, rancangan Perpres sedang dalam harmonisasi di Kementerian Hukum dan HAM.


Terkait hal itu, Puan mengingatkan, agar program beasiswa yang diberikan tidak lagi salah sasaran.


“Jangan lagi mereka yang mampu yang malah mendapatkan beasiswa,” tegas Puan.


Menurut dia, perlu dipastikan agar akses anak-anak dari daerah baik karena tidak mampu secara ekonomi maupun keterbatasan kemampuan bahasa Inggris, serta penerima beasiswa Bidikmisi menjadi prioritas beasiswa dari Dana Abadi Pendidikan.


RTM Revitalisasi Pengelolaan Dana Abadi Pendidikan kali ini juga menyoroti kebutuhan beasiswa dari masing-masing Kementerian. Seperti Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang membutuhkan pendidikan dan pelatihan jangka pendek untuk para guru.


Kemudian Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi yang akan meningkatkan kualifikasi dosen menjadi jenjang S2.


Sementara, Kementerian Agama juga akan memberikan beasiswa bagi para santri.


“Saya minta nantinya, semua beasiswa yang terdapat di Kementerian bisa masuk dalam Dana Abadi Pendidikan,” kata Puan.

Editor: Imam Solehudin
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore