
Universitas Negeri Malang difoto dari udara. (Radar Malang)
JawaPos.com – Belum lama ini, opsi pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) menggunakan peminjaman online (pinjol) di Institut Teknologi Bandung (ITB) sukses mengundang perhatian masyarakat.
Tak hanya di ITB, Universitas Gajah Mada (UGM) dan Universitas Negeri Semarang (UNNES) juga dikabarkan menyediakan opsi tersebut.
Menolak sama dengan beberapa kampus moncer di Tanah Air, dua universitas di Malang, Jawa Timur, yakni Universitas Negeri Malang (UM) dan Universitas Brawijaya (UB) kompak tidak akan menggandeng mitra pinjol.
Dilansir dari Radar Malang, Kamis (8/2), pihak kampus mengaku khawatir jika keberadaan pinjol akan membebani para mahasiswa.
Wakil Rektor (Warek) II UM, Prof. Dr. Puji Handayati, S.E.Ak., M.M., CA, CMA mengatakan bahwa kampus yang menjalin kerja sama dengan pinjol memiliki keberanian yang besar.
Hal itu disebebkan image pinjol di masyarakat yang digambarkan negatif lantaran bunga pinjol yang sangat tinggi.
“Rata-rata bunga pinjol itu kan 24 persen. Tinggi sekali,” ungkapnya yang dilansir dari Radar Malang.
Puji mengatakan jika ke depan pihaknya tidak akan menggandeng pinjol.
Selama ini, UM memiliki Sistem Penatausahaan Piutang (Sipetang), yaitu sistem yang memungkinkan mahasiswa untuk melakukan pembayaran biaya pendidikan dengan sistem mencicil, baik untuk pembayaran UKT dan Sumbangan Pembangunan Sarana Akademik (SPSA).
Menurutnya, seharusnya setiap kampus memiliki kebijakan serupa, yaitu tidak akan menggandeng pinjol.
Di sisi lain, Puji tak menyalahkan bila ada kampus yang menggandeng pinjol. Ia yakin kampus tersebut punya pertimbangan dan ada latar belakangnya.
Sementara itu, Wakil Rektor (Warek) II Bidang Keuangan dan Sumber Daya UB, Prof. Dr. Muchamad Ali Safaat, S.H., M.H. juga mengatakan hal serupa.
Slain itu, ia juga mengatakan jika kampusnya tidak ada rencana menggandeng pinjol sebagai mitra kampus.
Pasalnya, selama ini masalah kendala pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) oleh mahasiswa minim terjadi.
Hal itu bisa terjadi karena beberapa alasan, di antaranya karena penetapan UKT tiap mahasiswa telah berdasarkan kondisi ekonomi masing-masing keluarga mahasiswa, sehingga besaran UKT yang diberikan sesuai dengan kemampuan finansial orang tua mahasiswa.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
