
ILUSTRASI: Seleksi Nasional berdasarkan Prestasi (SNBP) dan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT). (Dimas Pradipta/JawaPos)
JawaPos.com – Universitas Brawijaya (UB) menurunkan kuota Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP), dari yang tahun lalu kuota SNBP di UB masih 30 persen, tahun ini menjadi 20 persen.
Penurunan kuota SNBP itu disampaikan oleh Sekretaris Direktorat Administrasi dan Layanan Akademik (DALA) UB, Heri Prawoto Widodo, S.Sos., MAB.
“Memang aturannya kuota SNBP minimal 20 persen dan SNBT (seleksi nasional berbasis tes) 30 persen” kata Heri yang dikutip dari Radar Malang.
Mengenai kuota SNBP yang lebih rendah dibanding jalur lain, ia menerangkan jika hal itu sudah sesuai dengan ketentuan.
“Yang jelas kuota mandiri tidak boleh lebih dari 50 persen,” tegasnya.
Ia memaparkan bahwa Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) terbagi menjadi tiga jalur, yaitu SNBP, SNBT, dan jalur mandiri.
Kuota total untuk ketiga jalur tersebut sama dengan tahun lalu, yaitu sebanyak 15.500 kuota.
“Kuota tersebut didistribusikan pada masing-masing jalur,” terangnya.
Pada tahun lalu, kuota SNBP dan SNBT sama-sama 30 persen, sehingga jalur mandiri hanya kebagian 40 persen.
Pertimbangan menurunkan kuota SNBP karena regulasi baru dalam SNPMB tahun ini semakin ketat.
Hal itu dibenarkan oleh Wakil Rektor I UB, Prof. Dr. Ir. Imam Santoso, MP.
Ia mengatakan bahwa kuota SNPMB UB tahun ini akan tetap, dan penurunan porsi kuota berkaitan dengan regulasi terbaru dalam SNPMB tahun ini.
Misalnya, bila ada calon mahasiswa baru (camaba) yang tidak melakukan registrasi ulang, otomatis akan ter-blacklist di semua jalur.
“Kalau diterima di SNBP tapi tidak daftar ulang, akan di blacklist di jalur SNBT dan jalur mandiri. Sama halnya kalau diterima di jalur SNBT namun tidak registrasi ulang, akan terblacklist di jalur mandirinya,” katanya.
Imam menilai regulasi tersebut akan menekan angka camaba yang tidak melakukan registrasi ulang, karena jika camaba tidak melakukan registrasi ulang, kesempatan mereka untuk diterima di PTN sudah tidak ada lagi.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
