Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 21 Mei 2022 | 01.13 WIB

Refleksi Peringatan Harkitnas, Bagaimana Nasionalisme Masa Kini

Photo - Image

Photo

JawaPos.com – Upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-114 di Museum Kebangkitan Nasional pada Jumat (20/5) berjalan khidmat. Seluruh peserta upacara mengenakan beragam busana adat dari penjuru Indonesia.

Sayangnya peringatan Harkitnas kali ini diwarnai fenomena lunturnya semangat nasionalisme dan patriotisme bangsa Indonesia. Sorotan tersebut disampaikan Ketua Umum Majelis Luhur Persatuan Tamansiswa Ki Prof Sri edi Swasono.

Menantu Bung Hatta ini mengatakan bahwa nasionalisme dan patriotisme sekarang luntur. "Bukan seperti yang kita idamkan. Di mana menjadikan persatuan nasional semakin solid," katanya usai mengikuti upacara Harkitnas di Museum Kebangkitan Nasional atau dikenal gedung STOVIA.

Dia mencemaskan integrasi nasional saat ini yang porak poranda. Baik itu secara vertikal maupun horizontal. Kondisi yang ada sekarang baginya memalukan.

"Secara vertikal golongan kaya dan miskin begitu terpisah," tuturnya.

Kemudian ketidakadilan kian menganga. Lalu kesenjangan melebar, kecemburuan sosial makin memuncak, dan lainnya. Padahal yang diidamkan adalah keadilan sosial bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Sementara itu, secara horizontal masyarakat Indonesia sekarang terkotak-kotak. Terjadi eksklusivisme identitas yang mengarah pada SARA.

Dia merasakan bagaimana perasaan Bung Soetomo yang saat itu kuliah di STOVIA melihat kondisi bangsa Indonesia saat ini. Upacara peringatan Harkitnas 2022 dipimpin langsung Direktur Perfilman, Musik, dan Media Baru Kemendikbudristek Ahmad Mahendra.

Dia mengatakan, tema peringatan yang diambil tahun ini adalah Ayo Bangkit Bersama! Tema tersebut diambil dalam rangka pemulihan dari Pandemi Covid-19.

Mahendra mengatakan melalui kerja sama seluruh elemen bangsa, pandemi Covid-19 menunjukkan tanda-tanda yang positif. Diantaranya adalah kasus harian saat ini kurang dari 400 kasus. Kemudian tingkat vaksinasi suntikan kedua sudah mencapai 79 persen.

"Kondisi ini membawa dampak perbaikan ekonomi juga," katanya.

Mahendra mengatakan, dalam peringatan Hari Kebangkitan Nasional, peran pemuda sangat penting. Diantaranya dalam membangun aspek kreatif.

Baginya pembangunan aspek kreatif tersebut tidak bisa ditumpukan ke generasi senior. Dia menjelaskan Kemendikbudristek terus memfasilitasi talenta-talenta muda tanah air.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore