
Sejumlah murid saat menjalani uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) tahap dua di SDN Malaka Sari 13 Duren Sawit, Jakarta Timur, Rabu (9/6/2021). Dinas Pendidikan DKI Jakarta menggelar uji coba pembelajaran tatap muka tahap 2 yang diikuti 226 sekolah. Sis
JawaPos.com - Dalam masa pandemi ini, banyak orang tua yang mengeluh akan kesanggupan mereka mendampingi anaknya dalam melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Untuk itu, orang tua menuntut dilaksanakannya pembelajaran tatap muka (PTM).
Namun diketahui bahwa kondisi saat ini pandemi belum benar mereda. Yang menjadi pertanyaan adalah, apakah orang tua yang mengeluh siap apabila anaknya sakit apabila melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) akibat tidak patuh protokol kesehatan?
Hal itu diungkapkan oleh Pakar dan Praktisi Pendidikan Arief Rahman. Sebab, hak sehat anak di masa ini adalah yang nomor satu.
"Kalau mereka (orang tua) mengatakan kami sudah capek, sudah jenuh melayani anak-anak di rumah, saya mau tanya saja, kalau jenuh, capek, siap nggak untuk anaknya nanti sakit," kata dia dalam diskusi Sekolah Tatap Muka, Dilema Pendidikan di Tengah Pandemi Tak Berujung, Rabu (15/9).
"Saya kena korona tidak bisa apa-apa, pengalaman yg saya alami ini bisa menjadi cermin. Nomor satu itu bukan pendidikan, tapi adalah kesehatan," sambungnya.
Selain itu, ia juga menyinggung bencana pendidikan, apakah jika belajar secara online, Indonesia akan gagal dalam menciptakan generasi unggul. Kata dia, yang perlu dilakukan adalah berusaha seoptimal mungkin agar target tersebut tetap bisa terwujud.
"Jadi rencana kualitas SDM ini melalui pendidikan, itu kita hanya diperbolehkan sesuai dengan definisi pendidikan, yaitu hanya usaha, usaha yang terencana, yang sadar untuk mengembangkan potensi iman, ilmu, kesehatan, amal," tutur dia.
Jadi, penyesuaian perlu dilakukan ditengah krisis seperti ini. Salah satunya dengan PJJ. "menyesuaikan, jadi orang yang tidak bisa menyesuaikan itu orang yang keras kepala. Kalau kita mempunyai target ya itu boleh, tetapi tidak perlu maksimal, cukup optimal saja," ungkap dia. (*)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
