
Risa Santoso, menjadi rektor termuda di Indonesia pada 2019. (sumber: JPRK_Karen Wibi)
JawaPos.com – Risa Santoso, tak pernah menyangka karirnya bisa secepat ini. Menjadi rektor di usia mudanya, yaitu di 27 tahun. Bahkan, dia tercatat sebagai rektor termuda di Indonesia.
“Tidak pernah menyangka bisa secepat ini. Usia 27 tahun menjadi seorang rektor,” ungkapnya saat ditemui Jawa Pos Radar Kediri, pada salah satu lembaga kursus di Kampung Inggris, Pare.
Risa pun menceritakan awal mula dirinya bisa menjadi rektor termuda. Perempuan asal Kota Surabaya itu mengaku menghabiskan waktu sekolahnya di Kota Pahlawan. Mulai dari sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA).
Seusai lulus SMA, Risa melanjutkan pendidikannya di luar negeri. Dia mengambil Bachelor of Arts (B.A.) Economics di University of California.
Meski mengambil jurusan ekonomi, Risa mulai tertarik dengan dunia pendidikan, khususnya menjadi seorang pengajar.
Beruntung, saat di semester satu, Risa memiliki kesempatan untuk mengajar. Lebih tepatnya yaitu mengajar teman seangkatan di kuliah.
“Jadi ada kebiasaan di kampus. Mereka yang sudah lulus mata kuliah bisa mengajar ke teman-teman yang belum lulus,” terangnya dikutip dari Radar Kediri.
Lama-kelamaan Risa semakin jatuh hati dengan dunia pendidikan. Keinginannya menjadi seorang pengajar pun semakin tinggi.
Dia pun melanjutkan studi di jurusan pendidikan. Gelar master tersebut dia dapat di Harvard University Graduate School of Education.
Setelah dua tahun, Risa merampungkan pendidikannya dan memilih untuk pulang ke Indonesia. Pertama kali pulang kampung, Risa langsung bekerja di Kantor Staf Presiden Republik Indonesia dan menjadi tenaga ahli muda.
Namun, pencapaian tersebut tak membuatnya cukup berpuas diri. Karena Risa masih memimpikan untuk menjadi seorang pengajar, yakni sebuah cita-cita yang memang dia dambakan sejak kuliah.
“Kerja di staf kepresidenan hanya sekitar satu tahun terus resign,” jelasnya.
Kemudian di tahun yang sama, Risa berhasil menjadi pengajar di Institut Teknologi dan Bisnis ASIA Malang.
Selain menjadi dosen, perempuan asal Surabaya tersebut juga merangkap sebagai ketua lembaga Penjamin Mutu Internal (LPMI).
Di waktu yang berdekatan, rektor termuda ini juga didapuk sebagai direktur di bidang pengembangan kampus.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
