
Rektor Universitas Terbuka Ojat Darojat (dua dari kanan) di Tangerang Selatan (14/11). Ojat bakal melakukan penyisiran atau pendataan mahasiswa abadi di kampusnya.
JawaPos.com - Mahasiswa yang tidak kunjung lulus sering dikenal sebagai mahasiswa abadi. Rektor Universitas Terbuka (UT) Ojat Darojat bakal melakukan penyisiran atau pendataan mahasiswa abadi di kampusnya. Pasalnya ada mahasiswa yang sudah 30 tahun tidak lulus-lulus.
Pesan tersebut disampaikan Ojat di sela wisuda periode I Wilayah I di kampus UT Tangerang Selatan. Dia mengatakan mahasiswa abadi di UT jumlahnya cukup banyak. Berdasarkan data di pangkalan pendidikan tinggi Ditjen Diktiristek Kemendikbudristek jumlah mahasiswa UT sebanyak 1,6 juta orang.
"Kami tidak menerapkan sistem DO (drop out). Jadi tidak ada mahasiswa yang di-DO," katanya.
Untuk itu, jika dilakukan pelacakan, mahasiswa abadi di UT disebutnya cukup banyak. Ada yang sudah sepuluh sampai 20 tahun tercatat sebagai mahasiswa, tapi tidak lulus. Bahkan ada juga yang sampai 30 tahun, masih tercatat sebagai mahasiswa.
"Tolong dicari mahasiswanya," kata Ojat.
Ojat menambahkan kuliah di kampusnya sangat fleksibel. Mahasiswa bisa mengambil sebagian SKS saja. Atau bahkan juga bisa tidak mengambil SKS dahulu dalam beberapa semester.
Dia mengatakan sistem seperti itu cocok dengan karakter mahasiswa di UT. Yaitu banyak yang sudah bekerja atau berkeluarga. Jadi ketika pekerjaannya sedang sangat sibuk, boleh tidak ambil SKS terlebih dahulu. Setelah ada waktu yang lebih longgar, baru melanjutkan mengambil SKS.
Salah satu mahasiswa UT yang diwisuda adalah Prof Agus Joko Pramono. Dia adalah mantan Wakil Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Agus mengakhiri jabatan sebagai wakil ketua beberapa bulan lalu. "Saya kuliah tidak terbatas tempat dan waktu. Sangat fleksibel tapi tetap berkualitas," katanya.
Prof Agus pernah mengikuti kuliah secara online di UT ketika sedang liburan. Pernah juga saat sedang tugas luar kota.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
