Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 2 Juni 2021 | 00.16 WIB

Mal Hingga Bioskop Sudah Buka, Nadiem: Sekolah Juga Harus Tatap Muka

Mendikbud-Ristek Nadiem Makarim  saat rapat bersama Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (31/5/2021).  Mendikbud-Ristek Nadiem Makarim mengatakan seluruh sekolah harus menerapkan belajar tatap muka terbatas. Dia mengatakan tempat- - Image

Mendikbud-Ristek Nadiem Makarim saat rapat bersama Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (31/5/2021). Mendikbud-Ristek Nadiem Makarim mengatakan seluruh sekolah harus menerapkan belajar tatap muka terbatas. Dia mengatakan tempat-

JawaPos.com - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Menristekdikbud) Nadiem Makarim mengatakan bahwa sekolah harus diselenggarakan secara tatap muka. Pasalnya, tidak adil jika hanya sekolah yang masih belum dibuka.

Berkaca dengan tempat lainnya, seperti mal hingga kantor yang sudah lebih dahulu diberikan izin pembukaan, maka menurutnya sekolah juga harus dibuka. Apalagi saat ini, pemerintah juga tengah melakukan vaksinasi Covid-19 pada pendidik dan tenaga kependidikan.

"Kenyataannya adalah mal, bioskop, dan semua tempat kerja sudah dibuka untuk tatap muka. Jadi sudah saatnya sekolah-sekolah kita melakukan tatap muka terbatas," ujarnya dalam Rapat Kerja bersama Komisi X DPR RI, Senin (31/5).

Baca Juga: DPR Usulkan Swab Test Sebelum PTM, Nadiem: Anggarannya dari Mana?

Ia menuturkan, sebenarnya, sejak Januari lalu sekolah sudah diizinkan untuk buka secara terbatas di zona hijau dan kuning. Namun, masih banyak pihak yang meragukan opsi pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas ini.

Dalam kebijakan tersebut, Nadiem mengungkapkan sudah ada 20 persen sekolah di Indonesia yang melakukan PTM terbatas. Kemudian, ketika diumumkan kebijakan baru bahwa semua sekolah di setiap zona dapat melaksanakan PTM, angka tersebut berubah menjadi 30 persen.

"Sekarang 30 persen sekolah di Indonesia sudah melaksanakan PTM terbatas," ujarnya.

Adapun terkait dengan proses vaksinasi Covid-19 pada pendidik dan tenaga kependidikan, saat ini progresnya baru 28 persen. Target penyelesaian yang harusnya berada di akhir Juni pun mundur menjadi akhir Agustus 2021.

"28 persen dari 5,6 juta pendidik dan tenaga kependidikan di Indonesia sudah tervaksinasi. Insyaallah harapannya di akhir bulan Juli atau paling telat akhir bulan Agustus," pungkasnya.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore