
Siswa SMKN 12 Surabaya praktik di bengkel.
JawaPos.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah meluncurkan Pogram Merdeka Belajar episode kedelapan, yakni program SMK Pusat Keunggulan. Program baru itu pun langsung mendapat kritikan dari Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G).
Koordinator Nasional P2G Satriwan Salim mengatakan, program itu tidak dapat menyelesaikan permasalahan di pendidikan vokasi. "Seunggul apapun jargon atau nama program revitalisasi SMK, sepanjang persoalan fundamental SMK tak dibenahi secara mendasar dan komprehensif, maka SMK masih akan bermasalah," ungkapnya kepada JawaPos.com, Jumat (19/3).
Kata dia, program baru ini sama sekali tak menyentuh persoalan pokok SMK, yaitu mengalami kekurangan guru. Apalagi di SMK yang harusnya ahli pada jurusan di bidangnya jumlahnya masih sangat sedikit.
"SMK banyak diisi oleh guru mata pelajaran normatif (seperti PPKn, Agama, Bahasa) dan mata pelajaran adaptif (Bahasa Inggris). Mestinya kekurangan guru mata pelajaran produktif ini yang dipenuhi dulu. Mengingat 'core program' SMK sesungguhnya terletak pada mata pelajaran produktif," imbuhnya.
Kemudian, menurutnya SMK saat ini juga kekurangan bengkel dan ruang praktik. Oleh karena itu, praktik pembelajaran SMK diberikan secara naratif.
"Itu yang kita sebut selama ini dengan anekdot SMK Sastra atau SMK Bahasa. Mestinya ruang praktik dan bengkel dicukupi, dilengkapi, dan dimodernisasi sehingga betul-betul mampu memfasilitasi siswa-guru dalam meningkatkan keterampilan siswa (terampil) agar nantinya bisa diterima dunia kerja," ucap dia.
Lalu sebaran SMK di Indonesia saat ini kurang pantauan. Dengan begitu akan sangat sulit memantau potensi lulusan yang memiliki daya saing di dunia kerja.
Selain itu, persoalan lain dalam pendidikan vokasi selanjutnya adalah kurikulum yang tidak relevan dengan dunia industri. Padahal pelibatan industri sangat penting dalam mendisain kurikulum SMK.
"Oleh karena itu, sepanjang persoalan fundamental SMK tak dibenahi, maka akan masalah terus, apapun nama merek atau jargon program yang akan dipakai, terbukti SMK masih berkontribusi terhadap tingkat pengangguran terbuka yang tertinggi di Indonesia," tutup Satriwan. (*)
Saksikan video menarik berikut ini:
https://youtu.be/maD-LLRlzNs

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
