
Ilustrasi siswa yang sedang berdoa sebelum mengerjakan ujian. Sebanyak 13.395 sekolah belum mengisi PDSS, padahal batas akhir pengisian tinggal lima hari lagi.
JawaPos.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah meniadakan Ujian Nasional (UN) dan melakukan pengunduran pelaksanaan Asesmen Nasional (AN) ke September 2021. Jadi, bagaimana siswa tingkat akhir tahun ajaran 2020/2021 dapat lulus sekolah?
Kepala Pusat Asesmen dan Pembelajaran Kemendikbud Asrijanty mengatakan bahwa kedua hal tersebut tidak akan berpengaruh pada kelulusan murid. Teruntuk AN, kata dia, penilaian dilakukan hanya untuk sekolah, bukan murid.
"Tidak ada tidak ada efeknya untuk syarat lulus, karena sekali lagi pelaporannya tidak individual, jadi untuk satuan pendidikan, itu pun hanya sample saja. Jadi fungsinya hanya sebagai representasi dari sekolah. Jadi tidak untuk menentukan kelulusan," tutur dia dalam diskusi daring Kupas tuntas AN, Selasa (26/1).
Adapun, penentuan kelulusan siswa tetap seperti biasa, yakni sama seperti tahun 2015 ketika UN bukan satu-satunya faktor penentu kelulusan siswa. Sekolah dapat meluluskan muridnya melalui ujian akhir sekolah (UAS) dan ulangan kelas.
"Bagaimana kelulusan tetap seperti biasa, guru melakukan pembelajaran penilaian, kemudian ada ujian dan kemudian penilaian bisa menggunakan berbagai macam metode instrumen, tidak hanya tes tertulis, kelulusan ditentukan oleh penilaian dan dilakukan oleh sekolah," jelas dia.
Sebelumnya, Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Paud Dikdasmen) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Jumeri pun menjelaskan, Ujian Akhir Sekolah (UAS) yang akan menjadi penentu kelulusan siswa.
“Iya, (UAS penentu kelulusan siswa),” jelasnya kepada wartawan, Senin (25/1).
Kata dia, hal itu juga telah tercantum di dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas). Dalam hal ini, sekolah dapat membuat soal secara mandiri dengan berdasarkan acuan kurikulum nasional ataupun kurikulum daruat.
“Setiap sekolah menyelenggarakan ujian kelulusannya sendiri, dengan mengikuti kompetensi-kompetensi dasar yang sudah ada secara nasional,” tambah dia.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
