Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 1 September 2020 | 16.46 WIB

Rektor UNY Geram Ada Mahasiswa Berbohong Soal UKT

MINIMALKAN PERSEBARAN VIRUS: Wisudawan ITS memakai hand sanitizer sebelum mengikuti prosesi wisuda kemarin. (Robertus Risky/Jawa Pos) - Image

MINIMALKAN PERSEBARAN VIRUS: Wisudawan ITS memakai hand sanitizer sebelum mengikuti prosesi wisuda kemarin. (Robertus Risky/Jawa Pos)

JawaPos.com–Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Sutrisna Wibawa menyampaikan kepada para mahasiswa untuk tidak bohong kepada orang tua perihal uang kuliah tunggal (UKT). Hal itu dia tulis lewat akun Twitter @sutrisna_wibawa pada 26 Agustus.

”Tolong hargai pengorbanan orang tua kalian, jangan tipu mereka!” cuit Sutrisna yang dikutip JawaPos.com, Selasa (1/9).

Dia mengatakan, beberapa hari lalu, terdapat beberapa orang tua mahasiswa yang datang ke kampus untuk memohon keringanan UKT. Mereka mengatakan bahwa anaknya belum menerima karena tidak disetujui pihak universitas.

”Setelah kami cek, ternyata mahasiswa yang bersangkutan mendapatkan pemotongan, bahkan ada yang sampai dibebaskan UKT-nya, namun tidak jujur kepada orang tuanya. Sehingga orang tua tetap memberikan uang UKT full tapi uang tersebut entah dipakai apa oleh sang anak,” jelas Sutrisna.

Menurut dia, banyak mahasiswa yang melakukan tindakan seperti itu. Padahal, kondisi ekonomi saat ini tengah krisis.

”Bahkan sampai ada yang masih meminta uang untuk kuliah praktik dan lain-lain. Padahal saat pandemi, kampus mengurangi kegiatan langsung dan menghilangkan beberapa praktik perkuliahan dan mengganti dengan hal lain,” ucap Sutrisna.

Sutrisna mengaku sangat sedih dan mempertanyakan kenapa mereka tega menipu orang tuanya sendiri. Padahal, orang tua bersusah payah demi masa depan anak yang lebih baik.

Dia pun teringat masalah yang pernah dialami semasa menjadi Sesditjen Belmawa Kemristek Dikti. Ketika itu, dia datang ke sebuah universitas untuk memenuhi undangan wisuda dan melihat sepasang orang tua kebingungan di luar gedung. Sutrisna mengatakan, kedua orang tua itu datang untuk mencari anaknya yang mengaku akan di wisuda hari itu.

”Beberapa hari sebelumnya si anak menelpon katanya hari itu akan diwisuda, sehingga mereka sengaja datang dari kampung sampai menjual kambing untuk menyewa mobil demi menghadiri wisuda sang anak,” terang Sutrisna.

Saat diverifikasi pihak universitas, anak yang bersangkutan ternyata telah di-drop out (DO) dua tahun sebelumnya. Namun, dia mengaku masih kuliah dan terus meminta uang semester dan makan tiap bulan.

”Astagfirullah. Pesan saya jika tidak bisa membuat mereka bahagia, jangan membebani orang tua. Jaga nama baik mereka dan doakan mereka. Jangan diperbudak gaya hidup sehingga lupakan orang tua,” ujar Sutrisna.

Sebagai informasi, Sutrisna akan mundur dari UNY setelah dicalonkan beberapa partai untuk mengikuti Pilkada Gunungkidul. Dia akan mundur sesuai dengan prosedur yang tercantum dalam PP Nomor 17 Tahun 2020 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil.

”Alhamdulillah, hari ini selesai melaksanakan kewajiban memimpin prosesi wisuda terakhir sebagai Rektor UNY. Sejak 2017 sampai sekarang, sudah puluhan ribu lulusan UNY yang saya tanda tangani ijazahnya dan saya saksikan langsung bagaimana mereka mengikuti wisuda dengan penuh haru,” tulis Sutrisna pada 29 Agustus.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=LCrjjQIVe1Y

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore