Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 26 Juli 2020 | 13.15 WIB

DPR Dorong Kemendikbud Evaluasi Program Organisasi Penggerak

Mendikbud Nadiem Makarim (Dok . Dery Ridwamsah/JawaPos.com) - Image

Mendikbud Nadiem Makarim (Dok . Dery Ridwamsah/JawaPos.com)

JawaPos.com - Wakil Ketua Komisi X DPR Hetifah Sjaifudian menyatakan pihaknya mendukung adanya evaluasi terhadap Program Organisasi Penggerak (POP) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang saat ini menjadi polemik.

"Terutama dalam hal kriteria, perlu dievaluasi lagi poin-poin apa saja yang seharusnya masuk menjadi penilaian. Sebagai contoh, rekam jejak dan perannya selama ini dalam pembangunan pendidikan Indonesia, itu tidak bisa dikesampingkan," kata Hetifah kepada wartawan, Sabtu (25/7).

Politisi partai Golkar ini juga berharap peserta mendapatkan transparansi mengenai proses dan hasil seleksi. Dirinya pun mengapresiasi Kemendikbud yang telah menggunakan badan independen seperti SMERU untuk melakukan evaluasi.

"Sebaiknya hasil penilaian ini diberitahukan pada peserta agar mereka juga mendapatkan feedback untuk perbaikan ke depannya. Selama ini organisasi-organisasi ini hanya diberitahu lolos atau tidak, tanpa diberitahu mengapanya, kurangnya dimana, dan sebagainya," kata Hetifah.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini mengatakan, umumnya program organisasi penggerak sangat bagus untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan pendidikan. Namun, di karenakan adanya ketidaktransparan dalam proses seleksi, banyak pihak yang geram.

"Jangan sampai karena polemik ini programnya jadi dihilangkan. Hanya mungkin beberapa hal perlu disesuaikan, misalnya bagaimana agar mendorong lebih banyak lagi pihak untuk dapat bisa berpartisipasi. Juga, bagaimana porsi alokasi anggaran, mungkin bisa dibuat lebih fleksibel sesuai kriteria-kriteria tertentu, tidak harus sama semua jumlahnya," jelasnya.

Hetifah pun meminta Kemendikbud untuk mempertimbangkan semangat kerelawanan dalam membangun dunia pendidikan.

"Ada organisasi-organisasi yang memang semangatnya membangun pendidikan di negeri ini. Prinsipnya adalah kerelawanan. Jangan sampai dengan adanya program ini, jadi tercampur-campur dengan motivasi-motivasi yang lain," pungkas Hetifah.

Sebelumnya, Mendikbud Nadiem Makarim mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi lanjutan untuk menyempurnakan program tersebut. "Akan kita evaluasi. Penyempurnaan dan evaluasi lanjutan dilakukan setelah pemerintah menerima masukan dari berbagai pihak terkait program ini," ujar dia dalam telekonferensi pers, Jumat (24/7).

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=DyZ9uyYqemM

https://www.youtube.com/watch?v=tu6vmV3UU04

https://www.youtube.com/watch?v=T7XPSO_aL3k

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore