
Ketua DPP LDII Prasetyo Sunaryo (tengah) ketika memberikan keterangan kepada awak media, Senin (28/1)
JawaPos.com – Pantas saja lembaga pendidikan yang menawarkan konsep boarding school semakin menjamur. Ternyata hasil dari kajian Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), minat untuk sekolah di lembaga pendidikan boarding school belakangan terus meningkat.
Ketua DPP LDII Prasetyo Sunaryo mencontohkan sebuah boarding school milik anggota LDII yang berada di Jombang, Jawa Timur. Setiap tahun selalu menolak pendaftar karena keterbatasan kuota. "Pendaftaran sekaligus seleksi sudah dilakukan secara online," kata Prasetyo di kantor DPP LDII Jakarta Senin (28/1).
Dia mengungkapkan ada beberapa alasan sehingga peminat sekolah boarding school mengalami peningkatkan. Diantaranya adalah kekhawatiran orang tua terhadap pergaulan, jika anaknya sekolah di sekolah umum. Apalagi bagi orangtua yang dua-duanya sehari-hari bekerja.
"Orang tua khawatir pergaulan bebas, narkoba, dan lainnya," katanya. Untuk mengatasi persoalan tersebut, mereka akhirnya memilih boarding school untuk anak-anaknya. Menurut Prasetyo, umumnya boarding school membuka sejak jenjang SMP sederajat.
Dalam penyelenggaraan kegiatan belajar sehari-hari, dia mengatakan sekolah model boarding school menggabungkan pendidikan umum dengan pendidikan keagamaan. Pendidikan kegamaan digunakan sebagai sumber motivasi belajar siswa. Selain itu juga menimbuhkan karakter positif serta budi pekerti kepada anak-anak.
Di tengah terus meningkatkan minat orangtua menyekolahkan anaknya di sekolah berbasis boarding school, masyarakat dihadapkan dengan fakta bahwa banyak sekolah jenis ini yang menetapkan biaya cukup mahal. Kondisi ini wajar, mengingat sekolah tidak hanya menyediakan ruang kelas. Tetapi juga asrama dan keperluan sehari-hari siswanya.
Untuk itu Prasetyo mengatakan LDII menawarkan model lembaga pendidikan berbasis boarding school dengan konsep berbasis misi. "Jadi yang ditekankan adalah mengejar misi sekolah itu," katanya. Infrastruktur, yang umumnya membuat biaya pendidikan mahal, bisa disediakan dengan sederhana.
Yang terpenting misi pendidikan bisa tercapai. Seperti misi pendidikan yang menghadirkan anak didik menjadi sosok yang semangat belajar. Kemudian juga menjadikan anak didik menjadi anak yang baik.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
