
DIALOGIS: Qurota A’yunin (tengah) membimbing siswa kelas I SD Labschool Lidah Wetan saat pelajaran bahasa Inggris.
JawaPos.com – Mengajarkan bahasa asing kepada anak tidak bisa dilakukan secara monoton. Pembelajaran harus praktis dan efisien. Begitulah prinsip yang dipegang Qurota A’Yunin. Dia mengajarkan pelajaran bahasa secara lebih menyenangkan dengan menggunakan beraneka media.
Suasana kelas I SD Labschool Lidah Wetan meriah. Berbagai gambar dan hiasan kertas warna-warni menempel mengitari dinding ruangan berukuran 6 x 7 meter itu.
Di ruangan tersebut, 12 siswa kelas I antusias mendengarkan arahan sang guru. Duduk membentuk setengah lingkaran, siswa mulai bersiap menjawab pertanyaan yang diajukan.
”What is this?” tanya guru bahasa Inggris SD Labschool Lidah Wetan Qurota A’Yunin sambil membawa kertas ukuran A4 bergambar pesawat terbang. Melihat gambar tersebut, belasan siswa yang semula duduk manis langsung berebut menjawab. Sambil mengacungkan jari telunjuk, suasana kelas berubah riuh. ”Plane, plane, plane,” seru siswa bersahut-sahutan.
Tidak hanya melalui gambar, pada pembelajaran bahasa Inggris itu, Yunin juga membuat siswa rajin bergerak. Setiap siswa wajib menirukan gerakan benda yang terpampang pada gambar tersebut. Mulai membentangkan kedua tangan untuk ”menjadi” pesawat terbang hingga menggerakkan tangan berputar untuk menunjukkan cara kerja mengendarai mobil. ”Gerakan ini untuk melatih kinestetik (gerak, Red). Metode tersebut juga bisa membuat siswa mengetahui fungsi kerja sebuah benda,” ungkapnya.
Menurut Yunin, pembelajaran dengan menirukan gerakan benda membuat siswa lebih semangat dalam belajar. Mereka tidak lagi sempat mengganggu teman sebangkunya. Sebab, dengan metode tersebut, setiap gerakan akan membuat anak fokus. ”Biasanya, kalau siswa hanya disuruh diam dalam kelas dan sekadar mencatat, mereka gampang bosan. Nah, jika kondisi sedang seperti itu, biasanya siswa akan berbuat usil,” beber putri pasangan Ibadurachman-Khusnul Khotimah itu.
Perempuan kelahiran 2 Agustus 1989 itu menambahkan, pembelajaran dengan media visual membuat siswa lebih cepat memahami pelajaran. Sebab, penyebutan benda dengan menggunakan gambar akan lebih mudah dipahami daripada sekadar membayangkannya.
Setelah bermain tebak gambar, Yunin biasanya akan menguji pemahaman siswa dengan menulis. Guru yang pernah mengikuti program sarjana mengajar daerah terluar, tertinggal, dan terluar (SM3T) itu punya trik sendiri. Yunin selalu menggunakan peranti huruf bongkar pasang untuk membantu pemahaman anak-anak.
Metode yang dimanfaatkan Yunin terbilang sederhana. Dia biasanya menggunakan kertas linen sebagai papan. Sementara itu, untuk huruf, Yunin menggunakan potongan kertas warna-warni agar menarik perhatian. ”Anak-anak biasanya langsung saya tuntun untuk menyusun nama-nama benda sesuai dengan ejaan hurufnya,” terangnya.
Meski terlihat mudah, tidak seluruh siswa menguasai konsep menyusun huruf yang tepat untuk membuat sebuah kata tersebut. Beberapa siswa yang belum memahami vocabulary akan kesulitan. Untuk itu, dalam metode tersebut, Yunin selalu menggunakan konsep berkelompok. ”Interaksi dan bantuan teman sekelompok akan memacu anak yang belum paham. Perlahan-perlahan mereka mulai mengerti dan mampu memahaminya secara mandiri,” jelasnya.
Dia mengungkapkan, pembelajaran bahasa asing kepada siswa kelas I SD memang tidak bisa intens dengan banyak hafalan. Khusus kelompok itu, pelajaran bahasa Inggris sebaiknya diberikan sebagai keterampilan. Misalnya, izin ke kamar mandi dan izin makan dengan menggunakan kalimat berbahasa Inggris. Perintah tersebut memang terlihat sederhana, tetapi efektif dari segi pembelajaran bahasa. ”Intinya, pembelajaran harus praktis dan tak bertele-tele,” tuturnya. (elo/c6/nda/sep/JPG)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
