
SEIMBANG: Selain belajar, Samuel suka menghabiskan waktu untuk liburan.
JawaPos.com - Menjadi wisudawan terbaik untuk jurusan Teknik Kimia di Oxford University, Inggris sedikit banyak mengubah hidup Samuel Leonardo Putra. Siapa kira, di balik otak encernya, Sam tidak berbeda dengan pemuda pada umumnya.
---
’’Waktu SD sejak kelas 3 hingga kelas 6 saya selalu jadi juara 2. Namun pas SMP agak meredup karena kebanyakan main. SMA jadi rajin belajar lagi dan juara kelas lagi,’’ ujar Sam –panggilan akrabnya, lantas tertawa.
Bisa jadi, kemampuan yang dimilikinya sekarang berkat keluarganya yang sangat mendukung Sam belajar. Anak kedua dari tiga bersaudara pasangan Leon Rompas dan Sukian tersebut merasa bersyukur punya keluarga yang konsisten mendukungnya belajar. Saat SD, remaja kelahiran Jakarta, 23 November 1994 itu sudah belajar bersama sang ibu. ’’ Jamnya gak tentu, tapi saya rasa tidak intens. Mungkin 2-3 jam sehari,’’ imbuhnya.
Saat SMA, konsep belajarnya mulai berubah. Pertama, dia selalu memastikan bahwa dia mengerti konsep dan materi-materi yang diajarkan dikelas. Kalau tidak mengerti, Sam akan tanya gurunya hingga mengerti. Bahkan tidak jarang dia datang ke ruang guru untuk bertanya lagi pada gurunya. Sesampai dirumah, Sam baca kembali materi yang tadi diajarkan.
Setelah yakin mengerti, dia kembali latihan soal. Prinsipnya adalah practice makes perfect. Apalagi saat SMA dia masuk sekolah khusus, yaitu SMAN Unggulan MH Thamrin, Jakarta. Sekolah yang dibuat Pemda DKI utk murid ber-IQ di atas 125 dan disiapkan untuk mengikuti olimpiade. ’’Kami di kelas belajar dari jam 07.00-17.00. Lalu pulang makan mandi, jam 19.00-22.00 lanjut tutorial. Polanya seperti itu Senin-Sabtu,’’ papar diehard fans Manchester United tersebut.
Kendati sekolahnya menuntut Sam untuk fokus tingkat tinggi, untungnya sekali lagi keluarganya sangatlah mendukung. Misalnya, butuh pelatihan untuk olimpiade jauh-jauh ke Bogor atau Serpong, ayah selalu mengantar Sam. Ibu selalu mencari informasi tentang pelatihan-pelatihan yang ada, sehingga segala cara ditempuh untuk mendapat hasil yang maksimal. ’’Orangtua juga yang selalu menghibur dan mengingatkan ketika saya sedang down atau malas,’’ imbuhnya.
Tak heran, Sam mendapatkan prestasi yang membanggakan. Misalnya saat Olimpiade Sains Nasional (OSN) dan Olimpiade Sains Internasional. Dia pernah mendapatkan medali perunggu dan emas (best experiment dan absolute winner) pada OSN Kimia 2010 dan 2011, dan medali perak di International Chemistry Olympiad 2012 di Washington DC, USA.
Sam menambahkan, influencer-nya dalam mengambil keputusan adalah orangtua, mereka selalu support dan mendorong Sam untuk berusaha maksimal. Ibu selalu mengingatkan untuk mencoba segala kesempatan yang ada dengan sebaik-baiknya.
Misalnya, bingung mau cari kerja atau S3 setelah lulus S2. Ibu menyarankan untuk coba apply dua-dua nya, tapi berikan yang terbaik ketika mencoba dua-duanya. ”Sesudah kita berusaha maksimal di setiap kesempatan yang ada, maka jalan itu akan mengkerucut sendiri,” katanya.
Kini, menjadi mahasiswa PhD di Oxford, kegiatan Sam sehari-hari biasanya dimulai pukul 09.00 dengan mandi sarapan dan pergi ke kantor atau lab hingga puukl 18.00-19.00. Selama di lab, dia akan fokus dengan riset. Kadang bila ada waktu akan digunakan untuk mengurus PPI UK. Sepulang dari lab, malam hari diisi untuk mengurus kerjaan PPI UK. Selain itu, malam hari juga terkadang diisi dengan pergi ke gym, nonton bola (jika ada), atau hangout kalau weekend.
Apalagi Sam kini juga menduduki posisi chairman ajang tahunan paling bergengsi PPI UK dan PPI Dunia yaitu Indonesian Scholar International Convention - Overseas Indonesian Student Association Alliance 2017 yang akan diadakan pada Juli 2017.
Yang diurus pun sangat beragam. Mulai dari memonitor progres sponsorship, mencari pembicara sesi, dan merekrut reviewers untuk academic paper competition, memikirkan marketing strategies seperti ticket sales dan publikasi acara, hingga memonitor pencarian guest stars untuk mengisi sesi Gala Cultural Night. ’’Sangat seru, tapi time consuming hehe,’’ papar Sam yang mengaku masih single tersebut. (ina/tia)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
