
PERLAHAN: Tanti Herawati (tengah) menyendok air panas dipandu Cicilia Tantri Suryawati (kanan) disaksikan anggota komunitas cinta berkain Sabtu (18/2) di Laboratorium Sastra Jepang Unitomo.
JawaPos.com – Sebelas anggota komunitas cinta berkain (KCB) antusias belajar upacara minum teh Jepang (chanoyu) di Laboratorium Sastra Jepang di Universitas Dr Soetomo (Unitomo) Sabtu (18/2). Duduk menekuk lutut, satu per satu anggota menjajal tahapan pembuatan teh.
Ennyh Handayani terlihat tegang ketika mengangkat hishaku. Sendok panjang dari bambu tersebut lantas dicelupkan ke panci berisi air panas. Satu sendok air tersebut dituangkan dalam mangkuk dan diisi bubuk teh berwarna hijau.
”Yang cukup sulit waktu mengaduk teh,” tuturnya. Tidak sekadar mengaduk, untuk membuat hasil teh yang sempurna, ternyata ada teknik tersendiri. Yakni, mengaduk dengan menggunakan pola searah dan cepat. Meski terlihat sulit, Ennyh sangat terkesan dengan tradisi minum teh ala Negeri Sakura tersebut. Menurut dia, setiap gerakan dalam chanoyu bernilai estetika tinggi sehingga menarik untuk dipelajari.
Kedatangan KCB untuk berlajar budaya Jepang itu merupakan bentuk apresiasi dan wujud pelestarian budaya. ”Dalam pembelajaran tersebut, kami menemukan benang merah dengan misi KCB. Yakni, sama-sama berjuang menjaga tradisi,” terang perempuan 55 tahun itu.
Pengajar Sastra Jepang Unitomo Cicilia Tantri Suryawati menjelaskan, tradisi chanoyu telah berlangsung lama di Jepang. Tradisi tersebut merupakan upacara menyambut tamu yang sangat dihormati. Tak heran, pembuatan satu gelas teh memakan waktu yang lama. ”Mulai persiapan dan menghidangkan satu gelas teh, bisa dibutuhkan sepuluh menit,” jelasnya.
Selain bernilai estetika tinggi, setiap gerakan chanoyu kaya filosofi. Ada empat nilai utama dalam tradisi yang muncul pada masa samurai Jepang itu. Yakni, harmonisasi dengan alam, sikap hormat, murni, dan ketenangan. (elo/c16/nda/sep/JPG)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
