Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 17 Juli 2017 | 10.12 WIB

Tutup Pendidikan, KSAL Ambil Sumpah 109 Perwira

UPACARA: KSAL Laksamana TNI Ade Supandi (tiga dari kiri) saat akan melantik dan mengambil sumpah 109 perwira baru. - Image

UPACARA: KSAL Laksamana TNI Ade Supandi (tiga dari kiri) saat akan melantik dan mengambil sumpah 109 perwira baru.


JawaPos.com –Anggota TNI-AL peserta pendidikan pembentukan perwira diambil sumpahnya pada Kamis (13/7). Pengambilan sumpah yang dilaksanakan di Lapangan Laut Maluku, Kodiklatal, Surabaya, itu disebut juga upacara prasetya perwira. Ada 109 perwira yang mengikuti pengambilan sumpah tersebut.



Pendidikan pembentukan perwira merupakan program pembelajaran untuk anggota TNI-AL yang berpangkat perwira. Semua hal yang menyangkut kepribadian, kecerdasan, serta tata cara bekerja dilatih pada pendidikan itu. Peserta yang lulus dari pendidikan tersebut biasanya diprospek menjadi pimpinan atau staf di lingkungan TNI-AL.



Pengambilan sumpah itu dipimpin Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi. Upacara tersebut juga dihadiri petinggi militer, baik di wilayah timur maupun di tingkat pusat. Salah satunya, Komandan Kodiklatal Laksamana Muda TNI I.G. Putu Wijamahaadi.



Ade mengatakan, upacara prasetya perwira merupakan prosesi sakral. Upacara tersebut melambangkan hubungan antara prajurit TNI-AL selaku manusia dan Tuhan. Anggota TNI-AL yang sudah menjalani upacara itu akan mengemban amanah yang sangat berat. ”Semua perilakunya akan menjadi panutan dan dipertanggungjawabkan kepada Tuhan,”tuturnya.



Ade menegaskan, konsekuensi yang diemban juga semakin berat. Kode etik perwira TNI, yakni Budi Bhakti Wira Utama, harus dijunjung tinggi. Apabila tidak bisa melaksanakannya, perwira bisa dianggap gagal dalam menimba ilmu di pendidikan pembentukan perwira tersebut.



Dia berharap setiap perwira yang lulus pada pendidikan itu menjunjung tinggi profesional. Setelah menjalani upacara prasetya perwira, mereka bukan lagi bintara. Statusnya sudah menjadi perwira. Nama baik TNI-AL berada dipunggungnya. ”Karena itu, kami menaruh harapan besar kepada semua peserta yang lulus tahun ini,” ucapnya.



Peserta yang berjumlah 109 orang tersebut terdiri atas berbagai korps. Perinciannya, 21 orang korps pelaut, 13 korps teknik, 6 korps elektro, 17 korps suplai, 30 korps marinir, 6 korps kesehatan, 7 korps khusus, dan 9 korps polisi militer. Mereka bersatu mengikuti pendidikan di kompleks Kodiklatal.



Perwira yang mendapatkan peringkat terbaik adalah Letda Laut (P) Rudy Yahya. Dia mendapatkan kehormatan sebagai wakil penyematan pangkat Letda oleh Ade. Bukan hanya Rudy, masih ada beberapa anggota lain yang juga berprestasi di tiap-tiap korps.



Mereka adalah Letda Laut (T) Prasisto dari korps teknik, Letda Laut (E) Hairul Hizazi R. korps elektronika, Letda Laut (S) Sigit N. Purnomo korps suplai, Letda Marinir Dhody Adi Chandra korps marinir, Letda Laut (KH) Salim korps khusus, Letda Laut (K) Dennys Sukarna korps kesehatan, dan Letda Laut (PM) Aminuddin SH korps polisi militer. (riq/c25/diq)


Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore