Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 14 Juni 2017 | 05.55 WIB

Merasakan Jadi Santri Selama Tiga Hari

PONDOK RAMADAN: Siswa SMAN 3 Sidoarjo mengaji bersama di Pesantren Progresif Bumi Shalawat. Mereka berada di sana selama tiga hari dua malam. - Image

PONDOK RAMADAN: Siswa SMAN 3 Sidoarjo mengaji bersama di Pesantren Progresif Bumi Shalawat. Mereka berada di sana selama tiga hari dua malam.


Sekolah makin kreatif dalam mengadakan acara pondok Ramadan. Ada yang mendatangkan narasumber polisi, TNI, dan BNN. Ada pula sekolah yang mengajak siswanya menjadi santri pesantren.





SEJAK 2011 kegiatan pondok Ramadan SMAN 3 Sidoarjo selalu diselenggarakan di luar sekolah. Siswa diajak merasakan menjadi santri pondok pesantren. Siswa menetap di pesantren selama tiga hari. ”Pada 2011 kami semua menginap dan belajar di Pesantren Hidayatullah, Kota Batu,” jelas Sri Wulandari, guru agama SMAN 3 Sidoarjo.



Mereka juga pernah mengadakan pondok Ramadan di Pesantren Nurul Haromain di Pujon, Kabupaten Malang, dan Pesantren Al Rifa’ie di Gondanglegi, Kabupaten Malang. Tahun ini 690 siswa kelas X dan XI mengikuti acara serupa di Pesantren Bumi Shalawat, Kecamatan Sidoarjo. Acara tersebut berlangsung mulai Minggu (11/6) hingga hari ini (13/6). ”Kegiatannya diisi tausiah untuk memotivasi siswa terkait masa depannya,” ujar Wulandari. Siswa dikondisikan untuk terbiasa mengaji. ”Biar cinta pada Alquran,” lanjutnya.



Kebiasaan lain yang ditempa adalah salat tepat waktu maupun adab kesopanan saat bertemu rekan dan guru. ”Ada kadang yang masih lupa, keluar kamar langsung nyelonong tidak pakai kerudung,’’ kata pendamping kamar dari Pesantren Bumi Shalawat Selvi Dewi. ’’Kalau menemukan yang seperti itu, langsung kami nasihati. Dengan begitu, jadi terbiasa berkerudung,’’ lanjutnya.



Lain halnya di SMK Krian 1. Selama dua minggu penuh, mulai Senin (5/6) hingga Jumat (16/6), kegiatan pondok Ramadan dilaksanakan di sekolah. Beragam materi keagamaan diberikan. Agar tidak bosan, kegiatan tersebut juga diselingi penyuluhan terkait dengan bahaya penyalahgunaan narkotika dan kenakalan remaja. Materi itu diberikan petugas dari Polsek Krian dan Koramil Krian. Mereka juga diimbau agar tidak ikut-ikutan paham radikal. Harus pintar-pintar pilih teman. ”Biar efektif belajarnya, mereka yang ikut kegiatan ini digilir. Setiap hari ada tiga kelas yang mengikuti,” ujar Waka Kesiswaan SMK Krian 1 Indra Wahyu Suliswanto.



Mereka harus hadir di sekolah mulai pukul 07.30 hingga 15.30. Pada Sabtu, digelar acara bagi-bagi makanan plus berbuka puasa bersama. ”Ada buku kurikulumnya sendiri selama kegiatan,” jelas Indra. Di antaranya, kurikulum tentang keimanan dan ketakwaan, puasa wajib dan sunah, serta zakat dan akhlak. (uzi/c7/ai)


Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore