Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 14 Maret 2017 | 14.38 WIB

Revitalisasi SMK Terkendala Rasio Guru

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com - Penekanan revitalisasi pendidikan vokasi tidak semata-mata pada lulusan dan lembaga sertifikasinya. Seperti Program revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan(SMK). Selama dua tahun sertifikasi hanya menyasar lulusan SMK dan lembaga sertifikasi profesinya.

Kepala Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) Sumarna F. Abdurrahman mengungkapkan, revitalisasi SMK harus menyasar pada guru dan tenaga pengajar. Sertifikasi tersebut bisa dalam format uji kompetensi.

”Penerapannya bisa saja berupa lisan, praktik, tertulis, dan pengamatan yang handal dan objektif. Format ini untuk menilai kompetensi guru SMK,” ujar Sumarna F Abdurrahman usai menyaksikan peresmian P4TK sebagai LSP-P2, di Kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), di Jakarta, Senin (13/3).

Dia sangat mengapresiasi Kemendikbud untuk melakukan sertifikasi kompetensi guru melalui P4TK sebagai LSP-P2. Ditambahkan Sumarna, LSP-P2 merupakan LSP yang didirikan oleh industri atau instansi dengan tujuan utama melaksanakan sertifikasi kompetensi kerja terhadap sumber daya manusia (SDM) lembaga induknya, SDM dari pemasoknya, dan/atau sumber daya manusia dari jejaring kerjanya, sesuai ruang lingkup yang diberikan BNSP.

Pada program peningkatan kompetensi guru tersebut Kemendikbud menetapkan enam Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) dan satu Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (LP3TK) sebagai Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak 2 atau LSP-P2.

LSP P2 tersebut meliputi P4TK Bidang Pertanian di Cianjur, P4TK Bidang Seni dan Budaya di Yogyakarta, P4TK Bidang Bisnis Pariwisata di Sawangan Depok, P4TK Bidang Mesin dan Teknik Industri di Bandung; P4TK Bidang Otomotif dan Elektronika di Malang, P4TK Bidang Bangunan dan Listrik di Medan, dan LP3TK Bidang Kelautan Perikanan dan Teknik Informasi di Gowa Makassar.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menjelaskan, sebagai perpanjangan tangan BNSP, P4TK berfungsi memberikan sertifikasi keterampilan dan kompetensi para guru SMK. Menurutnya, revitalisasi SMK mencakup dua aspek penguatan yaitu aspek formalisasi dan substansialisasi.

”P4TK nantinya berfungsi memberikan penguatan aspek formalitas dan sebagai lembaga sertifikasi keterampilan dan kompetensi SMK,” ujar Muhadjir Effendy.

Dia menuturkan, kehadiran LSP-P2 dapat memecahkan masalah kekurangan guru, dan tenaga pengajar bagi siswa SMK, terutama yang berasal dari lingkungan industri. Untuk itu, P4TK bisa memberikan sertifikat kepada para pegawai dari dunia industri yang ingin mengabdi menjadi tenaga guru.

”Nantinya, saya harap, para pelaku industri yang sudah memiliki banyak pengalaman, ingin mengajar, tapi tidak memiliki sertifikat mengajar dapat melalui jalur P4TK,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Kemendikbud Sumarna Surapranata menjelaskan, revitalisasi SMK membutuhkan guru dan tenaga kependidikan SMK yang terampil dan berkualitas. Hingga 2019 mendatang dibutuhkan 91.861 orang guru SMK. Jumlah tersebut akan dipenuhi melalui sertifikasi P4TK sebagai LSP-P2.

Pranata mengatakan, lembaga sertifikasi profesi P4TK akan mempersiapkan guru hingga level ke-4. ”Kehadiran LSP dapat menguji guru SMK, dari dunia industri, dari para pekerja dan profesi dengan memberikan lisensi. Prosesnya per semester per tahun,” jelas Pranata. (nas/yuz/JPG)

Editor: Yusuf Asyari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore