Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 26 November 2017 | 04.46 WIB

Catatan Anak Pengajar: Refleksi Hari Guru dan Apa Kontribusi Kita?

Seorang guru dan dan beberapa murid saat kegiatan belajar mengajar di Jakarta - Image

Seorang guru dan dan beberapa murid saat kegiatan belajar mengajar di Jakarta

JawaPos.com - Terlahir sebagai anak Pak Guru tak semata-mata menjadikan saya orang yang pandai dalam segala hal. Bukan karena Ayah saya tidak bisa mendidik. Tapi, karena perekonomian seorang Guru pada 90-an membuat saya harus berkembang ditengah keterbatasan.



Sampai-sampai ada lirik lagu dari Iwan Fals yang selalu saya ingat. Judulnya Oemar Bakrie dan yang berbunyi seperti ini: Tapi mengapa gaji guru Oemar Bakri seperti dikebiri.



Semua lirik dalam lagu tersebut saya rasa benar adanya. Saya menjadi saksi sendiri bagaimana Ayah saya jerih payah mengayuh sepeda bututnya (tertulis sepeda ontel dalam lirik lagu). Sepeda itu pula yang digunakan Ayah untuk antar jemput saya sewaktu SD dahulu. Tentunya, ketika beliau mempunyai waktu luang.



Kesejahteraan guru pada saat itu memanglah tidak menjanjikan seperti Oemar Bakri masa kini. Khususnya yang berada di Jakarta. Dengan berbagai tunjangan yang ada, seorang guru saat ini mendapatkan hidup yang lebih layak. Walaupun, masih dibilang ala kadarnya.



Akan tetapi, peningkatan kesejahteraan tersebut hanya berlaku bagi guru PNS saja. Kesejahteraan guru yang masih berstatus honorer masih memperihatinkan. Padahal, di sisi lain, Indonesia membutuhkan banyak guru. Terutama, untuk Sekolah Dasar.



Menurut Direktur Pembinaan Guru Pendidikan Menengah, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud, Sri Renani, Indonesia masih membutuhkan sekitar 988.133 guru. Jumlah kekurangan guru terbanyak terjadi pada guru SD, sekitar 460.542 Guru. Dari berita di media, faktor utama permasalahan adalah soal kesejahteraan.



Menurut OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development), gaji guru di Indonesia berada di peringkat 30 dari 30 negara yang disurvei beberapa tahun lalu. Dengan gaji rata-rata USD 2.830 per tahun, guru di Indonesia belum bisa hidup dan memenuhi keburuhan primernya dengan layak. Oleh sebab itu, masih banyak guru yang tidak dapat mengembangkan potensinya dalam kegiatan belajar mengajar.



Makna Guru


Saya rasa, tidak ada lagi keraguan tentang pentingnya seorang guru dalam kehidupan. Baik dalam pendidikan, maupun menjalani kehidupan. Guru dalam bahasa Jawa bisa difilosifikan sebagai seorang yang bisa digugu dan ditiru. Makusdnya, bisa dipercaya, dianut dan diteladani.



Dari pengertian ini, kita mempercayai bahwa makna guru sangatlah penting. Itulah kenapa, menjadi penting soal peningkatan kualitas guru agar dapat dipercaya, dianut, dan diteladani oleh para murid.



Selain itu, makna guru seperti yang dicetuskan oleh Ki Hajar Dewantara ialah Ing ngarso sung tulodho, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani. Artinya, di depan memberi contoh, di tengah memberi semangat, di belakang memberi dorongan. Makin tidak terelakkan betapa pentingnya peran guru.



Guru Zaman Now?


Tantangan guru zaman now, atau guru masa kini rupanya semakin berat. Perkembangan teknologi yang pesat dan cepatnya arus globalisasi membuat guru dituntut untuk lebih kreatif, inovatif, and inspiratif dalam mendesain kegiatan belajar mengajar.



Tantangan tersebut didukung oleh UU 14/2005. Bunyinya, guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar dan pendidikan menengah.



Jelas bahwa guru masa kini memiliki tanggung jawab yang lebih besar. Tidak hanya terbatas kepada kegiatan belajar mebgajar di kelas, tetapi juga termasuk pelatihan, penilaian dan evaluasi peserta didik.

Editor: Administrator
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore