Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 16 Desember 2017 | 04.45 WIB

Mengenal Cerita Sejarah Ekspansi Mongol ke Negeri Muslim

FOKUS: Para undangan yang menghadiri thesis Indra Gunawan mendengarkan dengan seksama pemaparannya. - Image

FOKUS: Para undangan yang menghadiri thesis Indra Gunawan mendengarkan dengan seksama pemaparannya.

JawaPos.com - Dalam thesis pelajar master Universitas Al-Azhar Kairo asal Indonesia, Indra Gunawan, yang membaas mengenai Strategi Beperang Bangsa Mongol di Negeri Muslim 651-658 H / 1254-1260 M, Indra memaparkan bahwa pemicu langsung ekspansi Mongol ini adalah tragedi Utrar.


Kisahnya bermula saat rombongan dagang Mongol berjumlah 450 orang yang melintas di Utrar dirampok dan dibunuh oleh Gubernur Utrar, Yanal Khan, yang juga kemenakan Penguasa Khawarizmi, Sultan Alauddin.


’’Jenghis Khan segera membagi empat divisi melancarkan perang membumihanguskan dinasti Khawarizmi. Kota semacam Bukhara dan Samarkand hancur lebur dan jutaan kaum muslim dibantai begitu keji. Sejarawan muslim yang hidup semasa itu bahkan tak sampai hati menuliskan keperihan ini,’’ paparnya.


Ekspansi di negeri muslim lantas dilanjutkan cucunya Hulagu Khan (1217-1265 M), atas titah kakaknya Mongke Khan yang menjabat Kaisar Mongolia, dia bersama laskar besarnya berangkat ke Barat.


Di negeri Iran, Hulagu melenyapkan sekte Ismailiyah Hasyasyin di Qahastan pada 1256. Dari sana, Hulagu menuju selatan dan mengepung Baghdad dan berhasil meruntuhkan dinasti Abbasiyah tahun 1258. Selepas Baghdad menjadi kota mayat, Hulagu pindah ke Tabriz, Azerbaijan, dan membangun pangkalan militer demi persiapan menggempur Syam dan Mesir.


Dari Tabriz, Hulagu melanjutkan kampanye ekspansi ke Suriah dan Palestina. Kota Aleppo jatuh setelah pengepungan seminggu lalu disusul Damaskus yang lebih memilih menyerahkan diri. Ekspansi Mongol di bawah Hulagu baru terhenti setelah pasukan Muslimin di bawah Mamalik Mesir berhasil mengalahkan Mongol dalam pertempuran Ain Jalut 1260 yang sangat bersejarah.


Mamalik Mesir di bawah Sultan Saifuddin Qutuz dan Komandan Azh-Zhahir Baibars berhasil membunuh Kitbuqa Noyan, Panglima Mongol yang ditugaskan menggempur Mesir. Kekalahan Mongol di padang Ain Jalut, Palestina, tidak hanya mengembalikan Syam ke pangkuan kaum Muslimin, namun juga menghentikan laju ekspansi Mongol ke negeri Islam.


Pasukan Mongol di abad pertengahan diklaim sebagai tentara terkuat di masa itu. Namun sebenarnya pasukan Islam yang direpresentasikan Mamalik adalah yang terbaik.


Beberapa tahun sebelum meletus Ain Jalut, pasukan Mamalik telah berhasil mengalahkan pasukan salib dari Perancis dalam Perang Salib ke-7 dan menawan rajanya Louis IX. Pasukan Mamalik pula yang berhasil menghentikan laju Mongol di Ain Jalut, sehingga patahlah mitos bahwa pasukan Mongol tidak terkalahkan. (*)

Editor: Administrator
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore