Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 7 September 2017 | 03.41 WIB

Ini Kata Periset Indonesia tentang Riset tanpa Dukungan Pemerintah

Setelah kongres CID yang dihadiri Wali Kota Surabaya (tengah), Kadinkes Kota Surabaya drg. Febria Rachmanita (kiri), dan jajaran IDI, Unair, dan IDAI (Dr. Pudjo Hartono, Dr. Cita Rosita Sigit Prakoeswa, Dr. Brahmana Askandar, dan Prof. IDG Ugrasena. - Image

Setelah kongres CID yang dihadiri Wali Kota Surabaya (tengah), Kadinkes Kota Surabaya drg. Febria Rachmanita (kiri), dan jajaran IDI, Unair, dan IDAI (Dr. Pudjo Hartono, Dr. Cita Rosita Sigit Prakoeswa, Dr. Brahmana Askandar, dan Prof. IDG Ugrasena.

JawaPos.com - Dunia riset di Indonesia memang masih menyedihkan. Ketua Nusantara Innovation Forum (NIF) dr Arief Gunawan MBBS MSc mengatakan pentingnya perhatian pemerintah terhadap riset itu sendiri.


Contohnya di Inggris, kendati pendanaan riset di Inggris banyak diberikan oleh badan nirlaba, seperti Wellcome Trust, tetapi pemerintah tetap perlu menunjang penerapan riset dengan mempermudah perizinan.


Wakil Ketua NIF dr Satria Arief Prabowo menambahkan, dunia riset tanpa bantuan pemerintah rasanya cukup sulit dan akan memakan waktu yang sangat lama untuk mengembangkan hasil karya penelitian di Indonesia.


Terlebih mengingat, berbagai proses guna menerapkan inovasi tersebut butuh sertifikasi lembaga-lembaga pemerintah, serta akses pengaplikasian massal secara tepat guna ke masyarakat. ’’Supaya bisa berkembang, riset itu perlu adanya dukungan penuh dari berbagai pihak, terutama institusi pendidikan tinggi dan pemerintah untuk menciptakan ekosistem riset yang kondusif, seperti sistem birokrasi yang mudah dan cepat, kemudahan akses informasi dana hibah riset, insentif yang layak, dan fasilitas yang memadai,’’ papar Satria.


Arief kembali menambahkan, pemerintah perlu memperjelas regulasi riset dan menunjang kolaborasi dengan peneliti luar negeri. Pada saat ini resources Indonesia lebih terfokus untuk menuntas kemiskinan dan masih sulit dialihkan ke research and development.


’’Pemerintah juga perlu memperjelas penilaian riset di Indonesia dan menunjang karier peneliti muda dari luar negeri yang kembali ke Indonesia. Perlu lebih banyak kerja sama dengan pihak swasta dan badan nirlaba,’’ papar Arief. (*)

Editor: Administrator
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore