Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 1 Desember 2024 | 00.33 WIB

Pilkada 2024 dan Mereka yang Menyalip di Tikungan Terakhir

ILUSTRASI: AI (AGUNG KURNIAWAN/JAWA POS) - Image

ILUSTRASI: AI (AGUNG KURNIAWAN/JAWA POS)

Tapi, sedari awal, Agustina mengaku sangat terbantu kinerja dua koleganya sesama kader banteng selama memimpin ibu kota Jawa Tengah itu: Hendrar ”Hendi” Prihadi dan Hevearita Gunaryanti Rahayu. ”Masyarakat tahu kinerja para kader PDIP ketika memimpin Semarang. Jadi, saya yakin masyarakat bakal memilih pemimpin yang menyejahterakan mereka,” katanya di acara Banteng Balik Kandang pada 9 September di Semarang.

Keyakinan itu terbukti dalam hasil hitung cepat yang dikutip dari Desk Pilkada Pemkot Semarang. Per Kamis (28/11) pukul 11.00, Agustina-Iswar meraih 57,36 persen suara, jauh meninggalkan Yoyok-Joko yang mengantongi 42,64 persen suara.

Cara Komunikasi Di Malang, Wahyu rutin mengomunikasikan kepada warga bahwa sudah banyak program yang dijalankan selama menjadi Pj wali kota Malang. ”Itu jadi bukti. Mereka juga berpesan kepada saya agar meneruskan program-program yang sebelumnya dilakukan seperti Ngombe, Kamis Mbois, dan STMJ,” terangnya.

Cara berkomunikasi dengan warga itu pula yang disebut duet Andra Soni-Dimyati Natakusumah sebagai salah satu pilar keberhasilan mereka mengungguli pasangan Airin Rachmi Diany-Ade Sumardi dalam hitung cepat pilgub Banten. Meski, dalam berbagai survei, mereka selalu tertinggal.

Mengacu hasil hitung cepat Charta Politika hingga Rabu (27/11) pukul 21.36 WIB, Andra-Dimyati meraih 57,52 persen suara. Sementara pasangan calon Airin-Ade mendapatkan 42,48 persen. Hasil tersebut tak jauh berbeda dengan yang dirilis Voxpol Center hingga pukul 22.27 WIB. Andra-Dimyati memperoleh 57,8 persen suara, sedangkan Airin-Ade meraih 42,92 persen.

Cara berkomunikasi yang dimaksud Andra di antaranya lewat alat peraga kampanye. ”Kami agak berbeda menampilkan program-program kami,” katanya dalam jumpa pers pada malam setelah coblosan (27/11) seperti dilansir Radar Banten.

Selain itu, dia menyebut peran para relawan. Mereka terus bergerak secara terukur dan terkoordinasi. ”Dalam sehari, kami bisa turun di 65 titik meskipun tanpa dihadiri calon,” ujar Andra yang didampingi Dimyati.

Andra mengaku tak terpengaruh dengan berbagai hasil survei yang menempatkan mereka di bawah sang rival dengan keterpautan jauh. Seperti Wahyu-Ali di pilwali Malang, mereka terus melakukan pendekatan kepada masyarakat.

”Pada setiap kesempatan, kami selalu sampaikan kepada masyarakat mengenai program kerja kita, yaitu menjadikan Banten maju dan tidak korupsi. Kita juga selalu sampaikan program kami, salah satunya Banten Cerdas dengan sekolah gratis,” kata Andra.

Mengutip Katadata Telco Survey yang dirilis katadata.co.id pada 11 Oktober atau sepekan sebelum debat perdana pilgub Banten, Airin-Ade memimpin dengan elektabilitas 49,3 persen. Sementara Andra-Dimyati hanya 11,3 persen suara responden.

Tak putus asa dengan hasil survei, Andra mengaku memilih terus menyosialisasikan program-programnya. ”Alhamdulillah, banyak masyarakat yang menyambut,” sambungnya.

Penerimaan warga itulah, tambah Andra, yang membuat mereka bisa menyalip rival. Benar-benar di tikungan terakhir setelah mereka tertinggal terus dalam survei. (*/adn/c19/ttg)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore