Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 22 Juni 2018 | 17.36 WIB

Curhat Dedi Mulyadi Usai Dihantam Rentetan Kampanye Hitam

Calon wakil gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengaku heran dengan rentetan kampanye hitam yang menjeratnya. Di antaranya soal video Nyi Roro Kidul dan sejumlah pembangunan di Purwakarta. - Image

Calon wakil gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengaku heran dengan rentetan kampanye hitam yang menjeratnya. Di antaranya soal video Nyi Roro Kidul dan sejumlah pembangunan di Purwakarta.

JawaPos.com - Video Ritual Nyi Roro Kidul yang belakangan beredar cukup mengejutkan Dedi Mulyadi. Dedi, calon wakil gubernur Jawa Barat pendamping Deddy Mizwar, merasa dirugikan.


Keladinya, dalam video tersebut, sekelompok dukun melakukan ritual mengatasnamakan relawan pendukung Dedi.


Video kontroversial tersebut bukanlah serangan pertama. Ya, semenjak resmi mencalonkan diri, rentetan kampanye hitam menimpa politikus asal Kabupaten Subang itu.


Mulai dari isu gizi buruk pada balita, jembatan mangkrak dan pembangunan mesjid di Purwakarta.


"Kemudian muncul lagi, misalnya, pada aspek-aspek yang bersifat pembangunan. Ada pembangunan jembatan ratusan miliar yang mangkrak. Saya jadi aneh, karena saya tidak pernah menganggarkan jembatan ratusan miliar," kata dilansir RMOl Jabar (Jawa Pos Grup), Jumat (22/6).


Demikian pula dengan isu mengenai pembangunan masjid yang mangkrak maupun penghasilan tetap perangkat desa di Purwakarta. Dedi menilai, isu itu dihembuskan sebagai kampanye hitam untuk menyerangnya.


"Kemudian saya berutang Rp 35 miliar. Lho, saya bilang aneh. Pemda ini mempunyai kontrak dengan 11 rumah sakit. Tujuannya kan mengobati masyarakat. Memang di Purwakarta setiap orang yang berobat di rumah sakit itu gratis, asal mau di kelas 3. Proses pembayarannya itu bertahap, sesuai kontrak," ucap dia.


Dedi mengimbau kepada siapapun untuk tidak melakukan cara bersifat fitnah untuk mencederai demokrasi.


"Secara personal apabila besok yang memposting itu menyadari bahwa yang dilakukan itu salah, saya memaafkan. Mungkin akan saya datangi ke rumahnya," tandasnya.

Editor: Imam Solehudin
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore