
Calon gubernur Jawa Tengah nomor urut 2 Sudirman Said saat ditemui di Hotel Grand Candi, Semarang, Kamis (21/6).
JawaPos.com - Calon gubernur Jawa Tengah nomor urut 2 Sudirman Said menanggapi santai dua hasil survei yakni dari Indo Barometer dan LSI Denny JA. Dimana berdasarkan kedua lembaga tersebut, pasangan Ida Fauziyah pada Pilgub Jateng 2018 elektabilitasnya seolah tak terkejar dari Ganjar Pranowo-Taj Yasin.
"Jangan memustahilkan sesuatu, yang menentukan siapa kepala daerah itu rakyat dan Yang di Atas. Meskipun skornya seperti itu. Situasi masyarakat juga berbeda," ujar Sudirman saat dijumpai di Hotel Grand Candi, Semarang, Kamis (21/6).
Sudirman pun menengarai survei tersebut memang dibuat untuk menjatuhkan dirinya bersama Ida. Namun demikian, Mantan Menteri ESDM itu berujar bahwa pihaknya tak akan berkecil hati dan akan terus bekerja hingga masa penentuan nanti.
Sebelumnya, pada Rabu (20/6) lembaga survei Indo Barometer merilis hasil simulasi kertas suara paslon Pilgub Jateng 2018. Hasilnya, pasangan Ganjar-Yasin memperoleh 67,3 persen, sedangkan Sudirman-Ida hanya mendapatkan 21,1 persen. Sisanya, memilih tak menandai.
Kemudian pada hasil survei oleh LSI Denny JA yang dirilis Kamis (21/6) siang, melalui metode multistage random sampling didapati Ganjar-Yasin meraih 54,0 persen suara. Sementara Sudirman-Ida hanya 13,0 persen saja.
"Nah itu, survei itu kan tergantung siapa yang memerintahkan. Kita percaya sama yang independen. Kita kalau ada yang mengatakan unggul, kita tidak lengah. Begitupun dengan yang mengatakan rendah. Yang penting kita kerja sesuai dengan rencana. Saya meyakini doa terbaik adalah usaha keras. Tapi kami yakin sekali, Jateng sedang menunggu perubahan," lanjutnya.
Sementara disebutkan pada papaanr data oleh Direktur LSKP-LSI Denny JA, Sunarto Ciptoharjono, ada bagian yang menyebut bahwa dalam peta dukungan grassroot partai, banyak pemilih dari parpol pengusung Sudirman-Ida beralih ke pasangan sebelah. Seperti dari PKS, PAN, dan PKB.
Merespon hal itu, Sudirman memiliki tanggapannya sendiri. "Tanya saja, pandangan begitu masuk akal apa tidak. Orang belum kampanye saja sudah sama kita, terus sudah kampanye kok malah pindah," imbuhnya.
Masih dalam survei oleh LSI Danny JA, dipaparkan pula bahwa Ganjar-Yasin didukung oleh sebagian besar pemilih partai nasionalis dan juga partai berbasis Islam. Adanya hal itu menurut Sudirman, menjadi sesuatu yang perlu dipertanyakan.
Pasalnya, pria kelahiran Brebes itu menilai NU masih condong pada PKB untuk kendaraan politik resminya. Sementara Muhammadiyah, ia yakini erat kaitannya dengan PAN. Yang dalam catatannya, keduanya merupakan parpol itu adalah pengusung Sudirman-Said.
"Saya akan menunggu hasil akhir Jawa Tengah, ingin segera selesai. Sehingga nanti kita bisa belajar demokrasi yang baik itu seperti apa. Termasuk melihat lembaga survei itu seobyektif apa. Saya menunggu momen itu," tandasnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
