Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 13 Juni 2018 | 06.45 WIB

Risma Sindir Khofifah

Calon Gubernur dan Wakilnya Jawa Timur nomer urut 2 Saifullah Yusuf dan Puti Guntur Soekarno - Image

Calon Gubernur dan Wakilnya Jawa Timur nomer urut 2 Saifullah Yusuf dan Puti Guntur Soekarno

JawaPos.com - Pemimpin yang benar adalah sosok yang menyelesaikan masalah tanpa masalah. Setidaknya, itulah karakteristik pemimpin ideal zaman now menurut Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini. 


Risma mengatakan, ada sejumlah kriteria pemimpin ideal. Bukan sekedar upaya mensejahterakan masyarakatnya. Seorang pemimpin juga perlu memiliki komitmen.  "Komitmen berarti senantiasa menepati janji dan menempatkan rakyat di atas kepentingan pribadi," kata Risma di kawasan Muteran RW 8, Surabaya, Selasa (12/6).


Kedua, Risma berpendapat, pemimpin yang baik, setidaknya dapat menjamin masa depan masyarakatnya. Terutama di sektor pendidikan. Menurutnya, pendidikan merupakan satu cara untuk memutus rantai kemiskinan.   


Namun, Risma menurutnya, kriteria tersebut semakin jarang ditemui dari para pemimpin saat ini. Hal itu dikatakannya, untuk menyindir Cagub Jatim, Khofifah Indar Parawansa


Risma menceritakan, dirinya pernah dimintai oleh Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut satu Khofifah Indar Parawansa untuk mendatangkan ribuan ibu pengajian. Saat itu, Risma masih berkampanye sebagai Calon Wali Kota periode kedua. 


"Ibu calon nomor satu minta saya datangkan delapam ribu (ibu pengajian). Saya datangkan 12 ribu orang. Tapi beliau tidak datang dan tidak bisa dihubungi," sindirnya.


Risma juga menyoroti gaya kepemimpinan Calon Wakil Gubernur Jawa Timur nomor urut satu Emil Elestiano Dardak. Menurutnya, tidak mempunyai komitmen pada warga. Terutama saat terjadi tanah longsor. 


"Trenggalek itu sering longsor, saya kirim petugas untuk bantu. Sekarang ditinggal, padahal belum setengah jalan, ngejar jabatan lain," katanya. 


Risma juga membahas soal langkah Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim)  yang mengambil alih kewenangan atas SMA dan SMK. Sejak itu katanya, sekolah SMA dan SMK semakin mahal. Angka putus sekolah pada anak usia sekolah SMA di Surabaya meningkat.


Risma pun mengaku, mendapat banyak keluhan dari warga Surabaya terkait biaya masuk SMA. "Banyak warga yang mengeluh kepada saya. Bu, ini kok SMA/SMK nggak lagi gratis," kata Risma.


Karenanya, Risma sangat merekomendasikan sosok pemimpin yang berbeda. Yakni, Calon Gubernur dan Wakilnya Jawa Timur nomer urut 2 Saifullah Yusuf dan Puti Guntur Soekarno.


Dia menyatakan tekad mendukung kandidat nomor urut 2 tersebut demi membahagiakan warga. Menurutnya, hanya Saifullah Yusuf dan Puti yang berkomitmen menjamin pendidikan gratis pada jenjang SMA dan SMK. 

Editor: Budi Warsito
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore