Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 2 Juni 2018 | 21.46 WIB

Hadapi Revolusi Industri, Ini Pesan Emil Dardak

Cawagub Jatim Emil Elestianto Dardak menghadiri Ngaji Bareng Cak Nun di lapangan Kampus Universitas Brawijaya (UB), Malang, Jumat (1/6) malam. - Image

Cawagub Jatim Emil Elestianto Dardak menghadiri Ngaji Bareng Cak Nun di lapangan Kampus Universitas Brawijaya (UB), Malang, Jumat (1/6) malam.

JawaPos.com - Ngaji Bareng Cak Nun digelar di lapangan Kampus Universitas Brawijaya (UB), Malang, Jumat (1/6) malam. Acara dalam rangka ulang tahun Persatuan Insinyur Indonesia (PII) ke-66 itu turut dihadiri Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Jawa Timur (Jatim) Emil Elestianto Dardak.


Acara mengambil tema Menuju Revolusi Industri 4.0. Puluhan insinyur dan ribuan jamaah ngaji roso Cak Nun memadatangi halaman kampus UB. Mereka berasal dari berbagai daerah.


Pada acara ini, Emil Dardak didapuk untuk berbagi ilmu kepada jamaah Maiyah. Khususnya tentang revolusi industri atau kemajuan tekhnologi yang tidak bisa dihindari.


"Revolusi industri yang pertama ditandai dengan lahirnya mesin uap. Sebagaimana kita ketahui, tenaga manusia ada keterbatasan. Disaat mesin uap digunakan pada pabrik-pabrik tekstil, waktu itu karyawan-karyawan pabrik datang lebih awal menghancurkan mesin-mesin ini. Protes karena pekerjaannya hilang," kata Emil.


Kendati demikian, teknologi mesin tekstil itu masih ada hingga sekarang. Artinya kemajuan teknologi saat ini sudah tidak bisa dihindarkan lagi. "Yang saya tangkap dari beberapa pertanyaan dilontarkan tadi rata-rata teman-teman ini takut akan dampak buruk dari revolusi industri ke-4. Peran mereka tergantikan dan itu menurut saya wajar," ungkap Emil.


Oleh karena itu, Emil menghimbau agar masyarakat tidak takut dengan kemajuan teknologi. Ia menyarankan agar masyarakat harus mempersiapkan diri sebaik mungkin. Sehingga masyarakat tidak dikendalikan teknologi, namun mengendalikan teknologi. "Manusia punya rasa dan kreativitas yang tidak bisa tergantikan mesin. Makanya anak muda harus kreatif tanpa batas," tandas Emil.


Sementara itu, Emha Ainun Nadjib atau Cak Nun mengajak Emil dengan seluruh jamaah yang hadir untuk bersama-sama membangun dan menjaga negeri. "Mas Emil, ini semua adalah teman sampeyan (Anda) untuk membangun negeri ini," ucap Cak Nun di depan jamaah.


Cak Nun lantas memaparkan tentang perkembangan pengetahuan dan teknologi. Hal itu telah mengubah dunia. Sebagaimana revolusi generasi pertama melahirkan sejarah ketika tenaga manusia dan hewan digantikan kemunculan mesin uap.


Revolusi dicatat sejarah berhasil mengerek naik perekonomian secara drastis. Dimana selama dua abad setelah revolusi industri terjadi, peningkatan rata-rata pendapatan karena produksi bisa berlipat dengan adanya mesin uap.


Berikutnya pada revolusi industri generasi kedua ditandai dengan kemunculan pembangkit tenaga listrik dan motor. Kemudian revolusi industri generasi ketiga ditandai dengan kemunculan komputer.


Sedangkan revolusi industri generasi keempat, menemukan pola baru ketika disruptif teknologi hadir begitu cepat. Di era ini mesin dengan mesin saling berkomunikasi. Atau bisa disebut era ini sebagai era superkomputer. Kinerja manusia semakin dipermudah. Namun sebaliknya, kebutuhan tenaga kerja manusia semakin berkurang karena semua serba otomatisasi.

Editor: Sofyan Cahyono
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore